Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi ditunjuk oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, untuk memimpin penelitian dan pengembangan vaksin Tuberkulosis (TB). Penunjukan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pengentasan TB yang dicanangkan Presiden RI, dengan target ambisius menurunkan kasus TB hingga 50 persen pada tahun 2029.
Dukungan Penuh untuk Vaksin Buatan Indonesia
Wamenkes Benjamin menyatakan antusiasmenya terhadap langkah Unpad dalam pengembangan vaksin TB. "Saya punya impian, Unpad ini menjadi kebanggaan kita dengan mendukung pengembangan vaksin TB buatan Indonesia. Saat mendengar Unpad akan buat vaksin TB, saya senang sekali. Saya langsung bilang, kami akan bawa tim ke Unpad, kita semua akan mendukung," ujar Wamenkes dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengentasan TB di Indonesia yang digelar di Ruang Rapat Bersama 2 Livin Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa (14/7/2026).
Rakornas Pengentasan TB
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wamenkes tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan. Agenda utama rapat adalah menyusun strategi percepatan penurunan kasus TB melalui riset vaksin dan intervensi kesehatan masyarakat. Unpad, sebagai institusi yang ditunjuk, akan menjadi pusat riset vaksin TB nasional yang didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan.
Target Penurunan Kasus TB 2029
Program PHTC ini merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk mempercepat eliminasi TB di Indonesia. Dengan target penurunan kasus hingga 50 persen pada 2029, pengembangan vaksin menjadi salah satu pilar utama. Vaksin TB buatan Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan dan mengurangi beban penyakit TB yang masih tinggi di tanah air.
Wamenkes menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh riset ini, termasuk pendanaan, fasilitas laboratorium, dan kolaborasi dengan lembaga riset internasional. "Kami akan membawa tim ke Unpad, kita semua akan mendukung," tegasnya.
Dengan penunjukan ini, Unpad diharapkan mampu menghasilkan vaksin TB yang aman dan efektif, serta berkontribusi pada pencapaian target global eliminasi TB pada tahun 2030.



