Kemenkes Buka Donasi Alat Medis untuk Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
Kemenkes Buka Donasi Alat Medis untuk Pemulihan Sumatera

Kemenkes Terima Donasi Alat Kesehatan untuk Atasi Kerusakan Pascabencana di Sumatera

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menerima donasi alat kesehatan dari berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam baru-baru ini.

Layanan Rumah Sakit Belum Optimal Akibat Alat Medis Rusak

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa meskipun seluruh rumah sakit di daerah bencana telah kembali beroperasi, banyak layanan belum berjalan dengan optimal. Hal ini disebabkan oleh kerusakan alat medis yang signifikan. "Sekali lagi banyak alat yang rusak. Jadi rumah sakitnya beroperasi tapi belum 100 persen karena banyak alatnya rusak," tegas Budi dalam acara Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Budi menjelaskan bahwa anggaran untuk pengadaan alat kesehatan sebenarnya sudah diajukan. Namun, Kemenkes memilih untuk tidak menunggu proses pencairan anggaran tersebut. "Sudah kita ajukan untuk anggarannya, tapi sambil menunggu, kita tidak mau menunggu, kita mencari donasi-donasi, masyarakat banyak sekali membantu, modal sosial rakyat Indonesia luar biasa," ucapnya.

Daftar Kebutuhan dan Mekanisme Donasi

Kemenkes telah menyusun daftar kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit dan puskesmas yang terdampak. Masyarakat serta lembaga yang ingin berkontribusi dipersilakan untuk menyalurkan donasi secara langsung. "Karena kita sudah punya list rumah sakitnya dan list Puskesmas-nya, kami persilakan masyarakat langsung, yang penting kita catat," terang Budi.

Selain itu, Budi merinci bahwa kerusakan juga terjadi pada sarana penunjang layanan darurat. Sebanyak 412 ambulans mengalami kerusakan akibat bencana. "Misalnya rusak, 412 ambulans, kita minta bantuan direvisi, ada yang benar-benar tidak bisa diperbaiki 59, kita dapat donasi 33. Jadi sisanya tinggal 26," jelasnya.

Prioritas Pemulihan Tanpa Menunggu Anggaran

Kebijakan ini menekankan prioritas Kemenkes dalam memulihkan layanan kesehatan secepat mungkin, tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak dinilai sangat krusial dalam proses ini. Budi menegaskan bahwa upaya kolektif ini akan membantu mempercepat normalisasi kondisi kesehatan di daerah terdampak.

Dengan membuka donasi, Kemenkes berharap dapat mengisi kekosongan sambil menunggu pencairan anggaran resmi. Langkah ini juga mencerminkan komitmen untuk memanfaatkan modal sosial yang kuat dari rakyat Indonesia dalam situasi darurat.