Profesor UGM Ungkap Bahaya Konsumsi Obat Bersamaan dengan Pisang
Bahaya Konsumsi Obat Bersamaan Pisang, Dijelaskan Profesor UGM

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, mengungkapkan fakta penting terkait interaksi antara obat-obatan tertentu dengan konsumsi pisang. Menurut penjelasannya, pisang yang dikenal sebagai buah kaya nutrisi ternyata dapat memicu efek samping yang berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan beberapa jenis obat.

Kandungan Kalium dalam Pisang yang Perlu Diwaspadai

Prof. Zullies menyampaikan bahwa pisang memiliki kandungan kalium yang sangat tinggi. Dalam satu buah pisang ukuran sedang, terdapat sekitar 400 hingga 450 miligram kalium. Jumlah ini setara dengan sekitar 10 persen dari kebutuhan kalium harian untuk orang dewasa.

Mekanisme Interaksi Obat dengan Pisang

Kandungan kalium yang melimpah dalam pisang inilah yang menjadi penyebab utama mengapa konsumsi buah ini bersamaan dengan obat tertentu bisa berbahaya. Beberapa obat, terutama yang mempengaruhi kadar elektrolit dalam tubuh, dapat berinteraksi negatif dengan kalium dari pisang.

Interaksi ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, termasuk ketidakseimbangan elektrolit yang dapat mempengaruhi fungsi jantung dan otot. Prof. Zullies menekankan bahwa pasien yang sedang menjalani pengobatan tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi pisang dalam jumlah besar.

Jenis Obat yang Berpotensi Berinteraksi

Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam penjelasan awal, umumnya obat-obatan yang perlu diwaspadai termasuk:

  • Obat diuretik tertentu yang dapat meningkatkan retensi kalium
  • Obat untuk tekanan darah tinggi yang mempengaruhi keseimbangan elektrolit
  • Beberapa jenis obat jantung yang sensitif terhadap kadar kalium

Prof. Zullies mengingatkan bahwa ini bukan berarti pisang harus dihindari sepenuhnya, namun konsumsinya perlu diperhatikan terutama bagi mereka yang sedang dalam pengobatan rutin. Pisang tetap merupakan sumber nutrisi yang baik, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan sesuai dengan kondisi kesehatan individu.