Urine Berbau Feses Tanda Penyakit? Ini Penjelasan Dokter
Urine Berbau Feses Tanda Penyakit? Ini Kata Dokter

Sebuah unggahan di media sosial X oleh akun @tanyakanrl pada Senin (11/5/2026) menjadi viral setelah seorang warganet mengeluhkan urine yang berbau seperti feses atau tinja. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku awalnya mengira bau tersebut berasal dari keramik lantai toilet. Namun, setelah beberapa kali buang air kecil, ia menyadari bahwa aroma tidak sedap itu ternyata berasal dari urine-nya sendiri.

Penyebab Urine Berbau Feses Menurut Dokter

Menurut para ahli medis, kondisi urine yang berbau feses bisa menjadi indikasi beberapa masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa penyebab yang perlu diwaspadai:

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi bakteri pada saluran kemih dapat menyebabkan urine berbau tidak sedap, termasuk aroma yang menyerupai feses. Bakteri seperti Escherichia coli yang biasanya hidup di usus besar dapat masuk ke saluran kemih dan menghasilkan bau khas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fistula Rektovesikal atau Rektouretral

Fistula adalah saluran abnormal yang menghubungkan dua organ. Jika terjadi fistula antara rektum dan kandung kemih atau uretra, feses dapat bocor ke saluran kemih dan menyebabkan urine berbau feses. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

Divertikulitis atau Abses Usus

Peradangan pada divertikulum di usus besar (divertikulitis) atau abses dapat menyebabkan kebocoran bakteri ke saluran kemih, sehingga urine berbau tidak sedap.

Masalah Ginekologi pada Wanita

Pada wanita, infeksi pada organ reproduksi atau fistula obstetri dapat menyebabkan urine berbau feses. Hal ini sering terjadi setelah persalinan yang sulit atau operasi panggul.

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter menyarankan untuk segera memeriksakan diri jika urine berbau feses disertai gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil, demam, atau perubahan warna urine. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan meliputi tes urine, kultur urine, dan jika diperlukan, pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk mendeteksi adanya fistula atau kelainan struktural lainnya.

Kesimpulan

Urine yang berbau feses bukanlah kondisi yang normal dan bisa menjadi tanda penyakit serius. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kesehatan saluran kemih sangat penting untuk dijaga agar terhindar dari berbagai komplikasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga