Spons Rumah Tangga Ternyata Sarang Kuman, Ini Cara Mengatasinya
Spons Rumah Tangga Sarang Kuman, Ini Cara Mengatasinya

KOMPAS.com - Spons merupakan salah satu peralatan pembersih yang wajib ada di rumah. Tak hanya untuk mencuci piring, spons juga diandalkan untuk menyapu remah makanan di meja hingga membersihkan wastafel dan dinding dapur.

Namun, di balik kegunaannya, spons sangat rentan menjadi sarang kuman. Lubang-lubang kecil pada spons, yang dikenal sebagai ostia, dapat menampung bakteri dalam jumlah besar. Kelembaban yang tinggi dan sisa-sisa makanan yang menempel pada spons menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Mengapa Spons Menjadi Sarang Kuman?

Spons memiliki struktur berpori yang memungkinkan air dan udara masuk. Namun, pori-pori ini juga menjadi tempat berlindung bagi mikroorganisme. Setelah digunakan untuk membersihkan, spons seringkali dibiarkan dalam keadaan basah, sehingga bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus dapat tumbuh subur.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Penggunaan Spons Kotor

Menggunakan spons yang kotor dapat menyebabkan penyebaran bakteri ke permukaan dapur, piring, dan peralatan makan lainnya. Hal ini berpotensi menyebabkan keracunan makanan atau infeksi, terutama jika spons digunakan untuk membersihkan permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Cara Mengatasi Spons yang Kotor

Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi risiko kuman pada spons:

  • Mencuci spons secara rutin: Rendam spons dalam air panas atau larutan pemutih encer selama beberapa menit, lalu bilas hingga bersih.
  • Mengeringkan spons: Setelah dicuci, peras spons dan letakkan di tempat yang kering dan terkena sirkulasi udara, bukan di dalam wastafel yang lembab.
  • Mengganti spons secara teratur: Ganti spons setidaknya setiap satu hingga dua minggu, atau lebih sering jika spons mulai berbau atau terlihat kotor.
  • Menggunakan spons antibakteri: Beberapa spons dijual dengan lapisan antibakteri, namun tetap perlu dirawat dengan baik.
  • Memanaskan spons di microwave: Basahi spons, lalu panaskan di microwave selama 1-2 menit untuk membunuh bakteri. Pastikan spons tidak mengandung logam atau serat sintetis yang mudah terbakar.

Tips Tambahan

Untuk kebersihan yang lebih optimal, Anda dapat menggunakan sikat atau kain pembersih yang lebih mudah dikeringkan sebagai alternatif spons. Selain itu, cuci tangan setelah menangani spons kotor untuk mencegah kontaminasi silang.

Dengan perawatan yang tepat, spons dapat tetap bersih dan aman digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga