Formalin, atau formaldehida dalam bentuk larutan, sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan karena kemampuannya membunuh bakteri dan memperpanjang umur simpan. Namun, penggunaan formalin pada makanan sangat dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan karena risiko kesehatan yang serius.
Mengapa Formalin Dilarang?
Formalin adalah bahan kimia beracun yang sebenarnya digunakan untuk pengawetan spesimen biologi, desinfektan, dan industri tekstil. Ketika dikonsumsi, formalin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga kerusakan organ vital.
Dampak Kesehatan Akibat Formalin
Paparan formalin dalam jangka pendek dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, dan iritasi pada mulut serta tenggorokan. Dalam jangka panjang, formalin bersifat karsinogenik, artinya dapat memicu kanker, terutama kanker nasofaring dan leukemia. Selain itu, formalin juga dapat merusak hati, ginjal, dan sistem saraf pusat.
Tanda Makanan Mengandung Formalin
Beberapa ciri makanan yang mengandung formalin antara lain: tekstur yang sangat kenyal atau keras, tidak mudah busuk, bau menyengat, dan warna yang lebih putih atau cerah dari biasanya. Makanan yang sering disalahgunakan formalin antara lain tahu, mie basah, ikan asin, dan bakso.
Regulasi dan Sanksi
Di Indonesia, penggunaan formalin pada makanan dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/Menkes/Per/X/1999 tentang Bahan Tambahan Makanan. Pelaku yang terbukti menggunakan formalin dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Cara Menghindari Formalin
Untuk melindungi diri, konsumen disarankan membeli makanan dari sumber terpercaya, memperhatikan label izin BPOM, dan mencuci bahan makanan dengan air mengalir. Jika mencurigai makanan mengandung formalin, segera laporkan ke BPOM atau Dinas Kesehatan setempat.
Kesadaran akan bahaya formalin sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga. Pilihlah makanan segar dan olahan yang aman tanpa bahan berbahaya.



