Video Klaim Simulasi Pandemi di Berkas Epstein Ternyata Hoaks, Ini Faktanya
Video Klaim Simulasi Pandemi di Berkas Epstein Ternyata Hoaks

Video Klaim Simulasi Pandemi di Berkas Epstein Ternyata Hoaks, Ini Faktanya

Sebuah video yang beredar luas di berbagai platform media sosial belakangan ini menampilkan sejumlah kru film yang sedang mengambil adegan di dalam sebuah rumah sakit. Klip tersebut diklaim bersumber dari berkas resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS), yang terkait dengan kasus kejahatan seksual anak yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Narasi Menyesatkan yang Beredar di Media Sosial

Video yang diklaim sebagai simulasi pandemi dalam berkas Epstein tersebut telah disebarkan oleh beberapa akun Facebook, termasuk akun-akun dengan nama samaran dan profil yang tidak jelas. Narasi yang menyertainya menyebutkan bahwa adegan di rumah sakit tersebut adalah bagian dari skenario yang direncanakan, yang sengaja dibuat untuk mensimulasikan kondisi pandemi global.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut ternyata disebarkan dengan konteks yang keliru dan menyesatkan. Investigasi tim menemukan bahwa klip tersebut tidak memiliki hubungan sama sekali dengan berkas kasus Jeffrey Epstein yang diterbitkan oleh Kementerian Kehakiman AS.

Fakta di Balik Video yang Viral

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, video tersebut sebenarnya adalah cuplikan dari proses produksi film atau serial televisi yang mengambil lokasi syuting di sebuah rumah sakit. Adegan yang ditampilkan merupakan bagian dari pembuatan konten hiburan biasa, bukan dokumen resmi pemerintah atau simulasi pandemi seperti yang diklaim.

Tim Cek Fakta Kompas.com telah memverifikasi sumber asli video dan membandingkannya dengan berkas Epstein yang tersedia untuk publik. Hasilnya, tidak ada indikasi bahwa video tersebut berasal dari atau terkait dengan kasus hukum tersebut. Penyebaran narasi yang keliru ini diduga bertujuan untuk menciptakan kebingungan dan menyebarkan informasi palsu di tengah masyarakat.

Imbauan untuk Masyarakat

Dalam situasi di mana informasi dapat dengan mudah menyebar tanpa filter, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan teliti dalam menerima konten dari media sosial. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Memeriksa sumber informasi dan memastikan kredibilitasnya.
  • Mencari konfirmasi dari pihak berwenang atau lembaga cek fakta terpercaya.
  • Tidak serta-merta membagikan konten yang belum diverifikasi kebenarannya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sensitif seperti kasus hukum dan kesehatan global.