Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menunjukkan sekelompok orang membentuk formasi menara dalam tradisi Dahi Handi di India. Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang berdiri di pundak rekannya hingga menjulang tinggi. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, video itu bukanlah rekaman asli melainkan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Fakta di Balik Video Viral Dahi Handi
Dikutip dari NDTV, Dahi Handi adalah bagian dari festival Krishna Janmashtami yang dirayakan untuk memperingati hari kelahiran Dewa Krishna. Selama festival, para peserta memang membentuk piramida manusia bertingkat. Mereka berupaya memecahkan dahi handis, yaitu tempayan berisi yoghurt, yang digantung di udara menggunakan tali. Tradisi ini telah berlangsung lama dan menjadi atraksi yang menarik perhatian banyak orang.
Namun, video yang viral di media sosial tersebut bukanlah dokumentasi asli dari perayaan tersebut. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi AI. Ciri-ciri seperti ketidakwajaran pada gerakan tubuh, pencahayaan yang tidak konsisten, dan detail aneh pada wajah para peserta menjadi indikasi bahwa video itu buatan AI.
Dampak Misinformasi di Era Digital
Penyebaran video rekayasa AI ini menimbulkan kekhawatiran tentang maraknya misinformasi di era digital. Banyak pengguna media sosial yang tertipu dan menganggap video tersebut sebagai tradisi asli. Padahal, teknologi AI kini semakin canggih sehingga mampu menciptakan konten yang tampak nyata.
Para ahli mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap konten yang beredar, terutama yang bersifat sensasional atau tidak biasa. Pemerintah dan platform media sosial juga didorong untuk meningkatkan upaya deteksi dan penandaan konten hasil AI.



