Kediaman Mantan Presiden Jokowi di Solo Viral di Google Maps dengan Nama 'Tembok Ratapan Solo'
Kediaman mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang berlokasi di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah lokasi tersebut muncul dengan label "Tembok Ratapan Solo" di platform peta digital Google Maps.
Penampakan di Google Maps menunjukkan nama tersebut tepat berada di atas titik lokasi rumah Jokowi, yang sebelumnya dikenal sebagai tempat tinggal pribadi mantan presiden periode 2014 hingga 2024 itu. Fenomena ini tidak hanya terbatas pada penandaan di peta digital, tetapi juga diperkuat dengan beredarnya video viral di berbagai platform.
Video Pemuda Beraksi di Depan Gerbang Rumah Jokowi Turut Memperkuat Viralitas
Seorang pemuda terekam sedang beraksi seolah-olah meratap di depan gerbang kediaman Jokowi di Solo. Video tersebut dengan cepat menyebar, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @indopium, yang menyebutkan bahwa "Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z."
Pernyataan itu dilaporkan oleh detikJateng pada Senin, 16 Februari 2026, menambah dimensi sosial dari kejadian ini, di mana lokasi tersebut dikaitkan dengan tren di kalangan generasi muda.
Respon dari Ajudan Jokowi: Sudah Tahu, Tapi Tidak Tahu Apakah Presiden Mengetahui
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengonfirmasi bahwa ia telah mengetahui adanya penamaan unik tersebut di platform digital. Namun, dalam keterangannya, ia mengaku tidak dapat memastikan apakah mantan presiden Joko Widodo sendiri sudah mengetahui hal tersebut atau belum.
"Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya," ujar Syarif saat dihubungi. Ketika ditanya mengenai kemungkinan untuk meminta perubahan nama di Google Maps, ia enggan berkomentar lebih lanjut dan menyatakan bahwa secara pribadi, ia tidak merasa tersinggung dengan label tersebut.
Implikasi dan Dampak dari Fenomena Viral Ini
Kejadian ini menyoroti beberapa aspek penting:
- Kebebasan Pengguna Digital: Kemudahan dalam mengedit dan menambahkan informasi di platform seperti Google Maps dapat memunculkan konten yang tidak terduga.
- Peran Media Sosial: Video dan postingan di platform seperti Instagram mempercepat penyebaran informasi, bahkan yang bersifat humor atau satire.
- Respons Otoritas: Tanggapan dari ajudan Jokowi yang relatif santai menunjukkan pendekatan yang tidak terlalu reaktif terhadap isu-isu viral semacam ini.
Meskipun label "Tembok Ratapan Solo" mungkin dimaksudkan sebagai lelucon atau kritik sosial, hal ini mengundang perhatian publik terhadap bagaimana lokasi-lokasi penting dapat dimanipulasi secara digital. Fenomena ini juga mencerminkan dinamika budaya populer di Indonesia, di mana konten viral sering kali memadukan unsur politik, humor, dan interaksi generasi muda.