Sule Ungkap Alasan Bongkar Rasa Sakit Hati Setelah 6 Tahun Diam
Sule Bongkar Rasa Sakit Hati Setelah 6 Tahun Diam

Sule Ungkap Alasan Bongkar Rasa Sakit Hati Setelah 6 Tahun Diam

Komedian terkenal Sule akhirnya membuka suara mengenai alasan di balik keputusannya membongkar semua perasaan yang selama ini disimpannya. Setelah enam tahun lamanya menyimpan rasa sakit hati dengan rapat, pria bernama asli Entis Sutisna ini menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan yang mendalam.

Pengorbanan Demi Melindungi Mantan Istri

Dalam penjelasannya yang disampaikan di SL Media, Sule mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun dirinya dengan sengaja memilih untuk diam dan menerima segala hujatan dari publik. "Habis saya waktu itu, saya rela dihujat abis-abisan, bertahun-tahun, saya disangka selingkuh," kata Sule dengan nada yang penuh emosi.

Ia menambahkan bahwa berbagai berita simpang siur yang beredar tentang dirinya sengaja tidak ditanggapi. "Beritanya simpang siur, saya diam. Biarkan saya telan sendiri. Karena itu ibu anak-anak," imbuhnya, menekankan bahwa pengorbanan ini dilakukan semata-mata untuk melindungi mantan istrinya yang juga merupakan ibu dari anak-anak mereka.

Latar Belakang Keputusan Setelah Enam Tahun

Keputusan Sule untuk akhirnya berbicara setelah enam tahun menyimpan segalanya menunjukkan betapa berat beban yang ditanggungnya. Beberapa poin penting yang melatarbelakangi keputusannya antara lain:

  • Perlindungan terhadap keluarga: Sule menegaskan bahwa diamnya selama ini adalah bentuk tanggung jawabnya sebagai ayah dan mantan suami.
  • Menghadapi publik: Ia rela menjadi sasaran hujatan dan prasangka buruk demi menjaga nama baik mantan pasangannya.
  • Waktu yang tepat: Setelah enam tahun, Sule merasa bahwa kini adalah momen yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran tanpa merugikan pihak lain.

Pengakuan Sule ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika hubungan pribadinya yang selama ini hanya menjadi bahan perbincangan publik tanpa konfirmasi langsung dari sumbernya. Dengan keberaniannya untuk berbicara, diharapkan dapat memberikan pencerahan sekaligus penutup yang baik untuk babak lama dalam hidupnya.