Pandji Pragiwaksono Apresiasi Dukungan Wapres Gibran untuk Berkarya dan Suarakan Masukan
Komika Pandji Pragiwaksono merespons pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memberikan dukungan terhadapnya untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan, di tengah polemik materi stand up comedy bertajuk Mens Rea. Pandji mengaku senang atas sikap Gibran, meski mengaku belum sempat mencermati pernyataan tersebut secara utuh.
Tanggapan Pandji Pragiwaksono
"Makasih Gibran, senang," kata Pandji sambil tertawa usai menjalani pemeriksaan perdana di Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026) malam. "Gue bingung, belum lihat beritanya. Belum lihat beritanya," timpalnya lagi. Menurut Pandji, sikap Gibran dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam merespon materi komedi.
"Saya rasa Wakil Presiden Gibran jadi contoh bahwa gimana baiknya menangkap sebuah joke, gimana baiknya memproses sebuah joke. Bahwa sebuah joke itu tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan tidak perlu sampai menciptakan permasalahan," ujar dia. Dia menilai, sebuah lelucon tidak selalu perlu ditanggapi secara serius. "Saya rasa itu indikasi yang cukup baik," tandas dia.
Pandji Pragiwaksono juga mengatakan kedatangannya bertujuan untuk menjelaskan maksud dan konteks pertunjukan stand up comedy yang dibawakannya, termasuk beberapa materi yang dinilai memerlukan penjelasan lebih mendalam. Hal ini disampaikan dalam konteks polemik yang muncul pasca penampilannya.
Pernyataan Wapres Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait polemik materi stand up comedy Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. Dalam penampilannya, Pandji menyinggung nama Wapres Gibran sebagai salah satu materi yang disampaikan dan mengundang kontroversi.
Wapres Gibran mengaku akan selalu mendukung anak muda Indonesia, termasuk komika Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyampaikan masukan. "Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk Saudara Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa," kata Gibran dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Gibran menegaskan Indonesia adalah negara demokratis yang memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berpendapat dan berekspresi. Dalam pandangannya, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan tetap menghormati norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama yang hidup di masyarakat. "Sesuai dengan penghormatan terhadap norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama," ucap Wapres Gibran.
Konteks Polemik Mens Rea
Polemik ini bermula dari materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyinggung nama Wapres Gibran, memicu berbagai tanggapan dari publik. Pandji telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait hal ini, menunjukkan kompleksitas situasi yang melibatkan kebebasan berekspresi dan batasan norma sosial.
Respons Gibran yang mendukung Pandji untuk terus berkarya dianggap sebagai sikap yang konstruktif dalam merespons konten komedi. Pandangan ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, dengan catatan tetap menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Insiden ini juga menyoroti peran komika dalam menyampaikan kritik atau humor yang terkadang menyentuh isu sensitif, serta bagaimana figur publik seperti Wapres Gibran menanggapinya dengan bijak. Dukungan Gibran terhadap Pandji Pragiwaksono diharapkan dapat menjadi contoh bagi dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam ranah seni dan ekspresi kreatif.