Kamar Mandi 2026: Transformasi dari Ruang Utilitas Menjadi Sanctuary Penyembuhan Mental
Kamar mandi tidak lagi sekadar tempat transit untuk membersihkan diri sebelum bergegas kerja. Memasuki tahun 2026, fungsi ruang privat ini mengalami pergeseran drastis, dari area utilitas murni menjadi sebuah sanctuary atau ruang penyembuhan mental di dalam rumah.
Pergeseran Paradigma: Dari Dingin ke Bernyawa
Mengacu pada laporan tren terbaru dari ELLE Decor, desain kamar mandi 2026 akan meninggalkan kesan dingin dari dominasi marmer putih dan krom, beralih ke material yang lebih "bernyawa". Perubahan ini mencerminkan kebutuhan manusia modern akan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan ketenangan dan kenyamanan psikologis.
Estetika "Handcrafted" yang Menghargai Ketidaksempurnaan
Salah satu tren utama yang akan mendominasi adalah estetika handcrafted atau buatan tangan. Konsep ini menghargai ketidaksempurnaan dan keunikan, menciptakan suasana yang lebih personal dan hangat. Beberapa elemen yang akan populer meliputi:
- Penggunaan material alami seperti kayu, batu alam, dan keramik dengan tekstur yang terasa.
- Warna-warna earth tone dan pastel yang menenangkan, menggantikan warna-warna cerah atau netral yang monoton.
- Fitur desain yang mengutamakan kenyamanan, seperti pencahayaan lembut dan perabot ergonomis.
Dengan tren ini, kamar mandi diharapkan menjadi tempat untuk melepas lelah, merenung, dan memulihkan energi mental setelah seharian beraktivitas. Ruang ini tidak lagi hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga tentang kesejahteraan emosional penghuni rumah.