Mohan Hazian Akui Tindakan Tidak Pantas dan Minta Maaf ke Korban
Mohan Hazian Akui Tindakan Tidak Pantas dan Minta Maaf

Mohan Hazian Akhirnya Akui Tindakan Tidak Pantas dan Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah sebelumnya dua kali membantah tudingan pelecehan seksual yang menyeret namanya, Mohan Hazian akhirnya mengeluarkan klarifikasi ketiga yang berbeda secara signifikan. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengakui adanya tindakan tidak pantas dan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada korban.

Pernyataan Resmi di Media Sosial

"Pada kesempatan kali ini saya, Mohan Hazian, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tidak pantas yang telah saya lakukan terhadap model atau talent yang pernah bekerja sama dengan brand milik saya," bunyi pernyataan resmi yang diunggah Mohan dalam akun Instagramnya @mohanhazian pada Rabu (11/2/2026) malam.

Unggahan tersebut menandai perubahan drastis dari sikap sebelumnya yang selalu membantah semua tuduhan. Pernyataan ini langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai reaksi dari warganet di berbagai platform media sosial.

Reaksi Publik yang Beragam

Klarifikasi terbaru Mohan Hazian ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat. Beberapa mengapresiasi keberaniannya untuk akhirnya mengakui kesalahan, sementara yang lain mempertanyakan mengapa diperlukan tiga kali klarifikasi sebelum akhirnya mengakui tindakan tidak pantas tersebut.

Warganet juga memperdebatkan apakah permintaan maaf ini datang terlambat mengingat sebelumnya Mohan telah dua kali membantah tuduhan yang sama. Beberapa komentar menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam kasus-kasus pelecehan seksual di dunia kerja.

Perjalanan Klarifikasi yang Panjang

Kasus ini telah melalui perjalanan panjang sejak pertama kali muncul ke permukaan. Mohan Hazian sebelumnya telah mengeluarkan dua pernyataan yang secara tegas membantah semua tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya.

Perubahan sikap dalam klarifikasi ketiga ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam penanganan kasus tersebut. Para pengamat menyoroti bahwa pengakuan ini bisa menjadi langkah awal dalam proses rekonsiliasi, meskipun masih banyak yang mempertanyakan motif dan waktu pengakuannya.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya mekanisme pelaporan dan penanganan yang lebih baik untuk kasus-kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja, khususnya di industri kreatif dan pemodelan.