Akun Palsu Facebook Atas Nama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sebarkan Kuis Hoaks
Akun Palsu Raffi-Nagita Sebarkan Kuis Hoaks di Facebook

Akun Palsu Facebook Atas Nama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sebarkan Kuis Hoaks

Sebuah akun Facebook yang mengklaim sebagai pasangan selebritas ternama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina telah membagikan unggahan mengenai kuis susun kata dengan hadiah yang menggiurkan, mencapai puluhan juta rupiah. Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan tersebut telah dikonfirmasi sebagai informasi palsu atau hoaks.

Detail Unggahan Hoaks yang Menyebar

Akun Facebook tiruan itu memposting konten yang mengundang partisipasi dalam kuis susun kata, dengan janji hadiah besar bagi para pemenang. Unggahan ini tersebar melalui beberapa tautan yang telah dipantau oleh tim verifikasi. Narasi yang dibagikan dalam unggahan tersebut dirancang untuk menarik perhatian publik, terutama penggemar setia Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, dengan iming-iming keuntungan finansial yang signifikan.

Konfirmasi dari Tim Cek Fakta Kompas.com

Setelah melakukan penelusuran menyeluruh, Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa akun Facebook tersebut adalah akun palsu atau impostor, yang dibuat dengan tujuan menipu pengguna media sosial. Tidak ada kaitan resmi antara akun ini dengan Raffi Ahmad, Nagita Slavina, atau pihak manajemen mereka. Unggahan tentang kuis susun kata berhadiah puluhan juta rupiah ini sepenuhnya merupakan rekayasa dan tidak memiliki dasar kebenaran.

Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan bahwa informasi semacam ini sering kali digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengelabui korban, misalnya dengan meminta data pribadi atau uang dalam proses pendaftaran kuis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya lebih lanjut.

Imbauan untuk Pengguna Media Sosial

Dalam era digital saat ini, hoaks dan akun palsu semakin marak menyebar di platform seperti Facebook. Pengguna disarankan untuk:

  • Memeriksa keaslian akun dengan melihat tanda verifikasi resmi, jika ada.
  • Tidak mudah tergiur oleh tawaran hadiah besar yang tampak tidak masuk akal.
  • Melaporkan akun atau konten mencurigakan kepada pihak platform media sosial.
  • Mengandalkan sumber berita terpercaya, seperti Tim Cek Fakta Kompas.com, untuk konfirmasi fakta.

Kasus ini mengingatkan pentingnya literasi digital dalam mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan banyak pihak.