Ashanty Ungkap Trauma Masa Kecil Penyebab Gangguan Tidur, Konsultasi Psikiater
Penyanyi Ashanty, istri dari Anang Hermansyah, baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk berkonsultasi dengan psikiater. Dalam sebuah penjelasan yang disampaikan di acara televisi, Ashanty mengaku mengalami gangguan tidur yang ternyata memiliki akar permasalahan dari trauma masa kecilnya.
Gangguan Tidur yang Tak Terungkap Selama Ini
Dalam tayangan Rumpi di Trans TV pada Kamis, 19 Februari 2026, Ashanty membuka suara tentang kondisi kesehatannya yang telah lama ia alami. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mengalami tidur yang tidak lelap, namun selama ini tidak memahami penyebab pastinya. "Iya, aku datang ke psikiater karena ternyata aku punya trauma masa kecil yang membuat aku susah tidur. Tidurnya enggak lelap," ujar Ashanty dengan jujur.
Pengakuan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Ashanty selama ini dikenal sebagai figur publik yang tampak percaya diri dan kuat. Namun, di balik itu, ia ternyata menyimpan luka lama yang mempengaruhi kualitas hidupnya, khususnya dalam hal istirahat malam.
Pentingnya Menangani Trauma untuk Kesehatan Mental
Keputusan Ashanty untuk berkonsultasi dengan psikiater menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya menangani masalah kesehatan mental. Trauma masa kecil, meskipun terjadi bertahun-tahun lalu, seringkali dapat berdampak jangka panjang pada kondisi psikologis seseorang, termasuk menyebabkan gangguan tidur seperti yang dialaminya.
Dalam dunia kesehatan, gangguan tidur yang berkaitan dengan trauma seringkali memerlukan pendekatan terapi yang komprehensif. Dengan mengungkapkan hal ini secara terbuka, Ashanty tidak hanya mencari solusi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mungkin menginspirasi orang lain yang mengalami masalah serupa untuk tidak ragu mencari bantuan profesional.
Acara Rumpi sendiri menjadi platform bagi Ashanty untuk berbagi pengalaman pribadinya, menambah wawasan publik tentang isu kesehatan mental yang masih sering dianggap tabu. Ungkapan jujur ini diharapkan dapat mengurangi stigma negatif terhadap konsultasi psikologis dan mendorong lebih banyak individu untuk peduli pada kesejahteraan mental mereka.