Waldjinah di Usia 80 Tahun Hadapi Masa Tua Tanpa Penghasilan Pasti
Di balik deretan penghargaan yang menghiasi ruang tamunya, Waldjinah (80 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia tidak memiliki penghasilan tetap di masa tuanya. Legenda musik keroncong ini mengandalkan hidup pada dukungan anak-anaknya dan sedikit royalti dari lagu ciptaannya, Walang Kekek.
Tidak Ada Tunjangan Pensiun dari Negara
Waldjinah membenarkan bahwa setelah puluhan tahun berkarya dan mengharumkan nama Indonesia di dunia musik, tidak ada tunjangan atau pensiun yang diterimanya dari negara. Dalam pernyataannya pada Rabu (21/1/2026), ia dengan jujur mengungkapkan kondisi ini.
"Ora duwe pensiunan, ora duwe penghasilan (tidak punya pensiunan, tidak punya penghasilan)," ujar Waldjinah saat menceritakan salah satu tantangan hidup yang dihadapinya kini.
Fakta ini menyoroti perjuangan para seniman senior yang sering kali terlupakan dalam sistem jaminan sosial. Meski telah memberikan kontribusi besar bagi budaya nasional, banyak dari mereka hidup dalam ketidakpastian finansial di usia senja.
Ketergantungan pada Royalti dan Dukungan Keluarga
Selain mengandalkan dukungan anak-anaknya, Waldjinah hanya menerima royalti dari lagu Walang Kekek yang ia ciptakan. Ini menjadi sumber penghasilan utama di luar bantuan keluarga.
Situasi ini mengingatkan pentingnya perlindungan hak cipta dan sistem royalti yang adil bagi para pencipta lagu. Banyak musisi legendaris lainnya mungkin menghadapi nasib serupa tanpa adanya mekanisme pensiun yang memadai dari negara.
Kisah Waldjinah menjadi pelajaran berharga tentang kebutuhan reformasi dalam memberikan jaminan sosial kepada para seniman yang telah berjasa membangun identitas budaya Indonesia.