Lagu Pulang dari Float, yang dikenal dengan melodi indie folk yang syahdu dan lirik menyentuh, ternyata memiliki kisah dramatis di balik proses produksinya. Lagu yang sering menjadi teman perjalanan dan kerinduan akan rumah ini nyaris tidak pernah sampai ke telinga pendengar.
Proses Produksi yang Rumit
Lagu Pulang sebenarnya telah ditulis jauh sebelum Float resmi berdiri sebagai band. Sang pencipta lagu menyimpan karya ini cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk digarap bersama personel Float lainnya. Drama dimulai saat Float memasuki tahap produksi pada awal tahun 2000-an. Saat proses rekaman berlangsung, mereka dihadapkan pada cobaan berat: data digital yang berisi seluruh komposisi dan aransemen lagu Pulang mendadak hilang.
Kehilangan Data dan Dampaknya
Kehilangan data tersebut membuat para personel Float harus memutar otak dan menyusun ulang aransemen lagu Pulang dari awal. Proses yang seharusnya bisa selesai dalam waktu singkat akhirnya molor hingga hampir satu tahun. Semua kerja keras yang telah dibangun lenyap begitu saja, dan mereka harus memulai dari nol.
Perjuangan Hingga Rilis
Setelah perjuangan panjang dan penuh darah, lagu Pulang akhirnya rampung dan menyapa pendengar untuk pertama kalinya melalui EP (album mini) bertajuk No-Dream Land yang dirilis pada 2005. Di balik lagu yang tenang dan damai, tersimpan perjuangan panjang yang hampir membuat lagu ini lenyap digilas takdir.



