Donny Fattah God Bless Lawan Tiga Penyakit Serius Sebelum Meninggal
Donny Fattah Lawan Tiga Penyakit Sebelum Meninggal

Donny Fattah God Bless Hadapi Tiga Penyakit Berat Sebelum Wafat

Bassis sekaligus salah satu pendiri band legendaris Indonesia, God Bless, Donny Fattah (76), diketahui telah berjuang melawan tiga penyakit serius sebelum meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam dua tahun terakhir, Donny Fattah menghadapi berbagai masalah kesehatan yang cukup berat dan kompleks, yang secara bersamaan memengaruhi kondisi fisiknya.

Diagnosis Tiga Kondisi Kesehatan yang Menantang

Donny Fattah didiagnosis mengidap tiga penyakit utama yang memperburuk kesehatannya. Pertama, ia menderita sarkopenia, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami penurunan massa dan kekuatan otot secara signifikan. Penyakit ini umumnya terkait dengan penuaan dan dapat berdampak besar pada mobilitas serta kualitas hidup penderitanya.

Selain sarkopenia, Donny juga menghadapi penyumbatan vaskular, yang mengganggu aliran darah dalam tubuhnya. Kondisi ini sering kali berisiko tinggi terhadap kesehatan jantung dan organ vital lainnya. Ditambah lagi, ia didiagnosis dengan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuhnya menyerang sel-sel sehat, menyebabkan peradangan dan komplikasi kesehatan yang serius.

Perjuangan Kesehatan yang Intens dalam Dua Tahun Terakhir

Dalam periode dua tahun sebelum wafatnya, Donny Fattah menjalani perawatan intensif untuk mengelola ketiga penyakit ini. Kombinasi sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan penyakit autoimun menciptakan tantangan kesehatan yang luar biasa, memerlukan penanganan medis yang cermat dan berkelanjutan.

Meskipun upaya terbaik dari tim medis dan dukungan keluarga, kondisi Donny Fattah terus memburuk seiring waktu. Perjuangannya melawan penyakit-penyakit ini mencerminkan ketangguhan seorang musisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia.

Donny Fattah meninggalkan warisan tak ternilai melalui karya-karyanya dengan God Bless, band yang telah menjadi ikon musik rock tanah air. Wafatnya pada usia 76 tahun menandai akhir dari sebuah era, namun kisah perjuangan kesehatannya mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan penyakit degeneratif dan autoimun di kalangan lanjut usia.