BLACKPINK Ukir Sejarah Baru di Industri Musik Global dengan Album DEADLINE
Grup Kpop fenomenal BLACKPINK kembali menorehkan prestasi gemilang dalam karier musik mereka. Album mini terbaru bertajuk DEADLINE berhasil mencatatkan sejarah baru di industri musik internasional, khususnya dalam hal penjualan fisik yang luar biasa.
Rekor Penjualan Hari Pertama Tertinggi di Hanteo Chart
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Hanteo Chart, salah satu lembaga pemantau penjualan musik terkemuka di Korea Selatan, album DEADLINE secara resmi dinobatkan sebagai album grup perempuan dengan angka penjualan hari pertama tertinggi sepanjang sejarah grafik tersebut. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi BLACKPINK sebagai salah satu kekuatan utama di dunia hiburan global.
Album DEADLINE sendiri dirilis secara serentak pada tanggal 27 Februari 2026 pukul 14.00 KST (waktu Korea Selatan). Peluncuran album ini disertai dengan lagu utama yang berjudul "GO", yang telah dinantikan oleh jutaan penggemar yang dikenal sebagai BLINK di seluruh penjuru dunia.
Angka Penjualan yang Fantastis dan Mencengangkan
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah angka penjualan yang berhasil diraih dalam waktu sangat singkat. Hanteo Chart melaporkan bahwa album DEADLINE terjual sebanyak 1.461.785 kopi hanya dalam waktu satu hari sejak perilisannya. Angka yang fantastis ini tidak hanya memecahkan rekor sebelumnya, tetapi juga menunjukkan daya tarik dan pengaruh besar BLACKPINK di pasar musik global.
Pencapaian rekor penjualan tertinggi ini menegaskan bahwa BLACKPINK terus konsisten dalam menghasilkan karya-karya yang tidak hanya diminati oleh penggemar setia, tetapi juga mampu menarik perhatian pendengar baru. Kesuksesan album DEADLINE juga mencerminkan strategi promosi dan kualitas musik yang dijaga dengan sangat baik oleh grup asuhan YG Entertainment ini.
Dengan torehan sejarah baru ini, BLACKPINK semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu grup musik perempuan terbesar dan paling berpengaruh di era modern, sekaligus membuktikan bahwa popularitas mereka terus melambung tinggi tanpa tanda-tanda mereda.
