Sule Ungkap Alasan Lebih Pilih Beli Mobil Kredit Daripada Tunai
Komedian terkenal Sule baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai cara pembelian mobil yang ia anggap lebih menguntungkan. Dalam sebuah kesempatan di HAS Creative, Sule mengaku lebih memilih membeli mobil secara kredit dibandingkan dengan membelinya secara tunai.
Pengalaman Beli Mobil Tunai di Masa Lalu
Sule mengungkapkan bahwa sebelum beralih ke sistem kredit, ia pernah membeli mobil secara tunai sebanyak dua kali sepanjang hidupnya. "Gue tuh seumur hidup beli mobil cash dua kali," kata Sule dengan jujur. Dua mobil yang dimaksud adalah mobil mewah, yaitu Porsche dan Jeep, dengan harga yang mencapai miliaran rupiah.
Meskipun memiliki pengalaman membeli mobil secara tunai untuk kendaraan bernilai tinggi, Sule kini lebih condong pada opsi kredit. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh pertimbangan keuangan yang lebih praktis dan fleksibel.
Alasan Beralih ke Sistem Kredit
Menurut Sule, membeli mobil secara kredit menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan tunai. Pertama, sistem kredit memungkinkan alokasi dana yang lebih efisien, sehingga uang tunai dapat dialokasikan untuk keperluan lain atau investasi. Kedua, dengan kredit, pembayaran dapat dilakukan secara bertahap, mengurangi beban keuangan sekaligus.
Sule juga menekankan bahwa preferensinya ini tidak berarti ia tidak mampu membeli mobil tunai, melainkan lebih pada strategi pengelolaan keuangan pribadi. Sebagai seorang figur publik yang aktif di industri hiburan, ia merasa penting untuk mengoptimalkan arus kas demi kestabilan finansial jangka panjang.
Implikasi bagi Penggemar dan Masyarakat
Pengakuan Sule ini menarik perhatian banyak pihak, terutama penggemar dan masyarakat yang tertarik dengan tips keuangan dari selebriti. Pandangannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mereka yang sedang merencanakan pembelian kendaraan, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.
Dengan pengalaman membeli mobil tunai senilai miliaran rupiah dan kini beralih ke kredit, Sule menunjukkan bahwa keputusan finansial harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini, bukan sekadar gengsi atau kebiasaan lama.