Film Bandit menerapkan skema sistem bagi hasil atau profit sharing untuk para pemain dan produsernya. Hal itu disampaikan langsung oleh Teuku Rifnu Wikana, salah satu pemain dalam film tersebut.
Alasan Penerapan Sistem Bagi Hasil
Adapun alasan film Bandit menerapkan skema tersebut karena tidak ada rumah produksi yang berani mengerjakannya meskipun naskah skenario sudah rampung 10 tahun sebelumnya. Menurut Rifnu, keputusan ini justru menjadi titik balik yang mengubah para aktor di dalamnya.
Pernyataan Teuku Rifnu Wikana
"Ketika ini memang akan ditayangkan di XXI, mereka ada pembicaraan ketika penayangan nanti akan kita bikin sistem yang baik yaitu profit sharing," kata Rifnu saat ditemui di Balinale, Kamis (4/6/2026).
Dengan sistem ini, para pemain dan produser akan mendapatkan bagian dari keuntungan film secara proporsional. Hal ini dinilai lebih adil dan memberikan motivasi lebih bagi semua pihak yang terlibat.
Film Bandit menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas dan keberanian mengambil risiko dapat menghasilkan karya meskipun tanpa dukungan rumah produksi besar. Sistem bagi hasil ini diharapkan bisa menjadi alternatif pendanaan film di masa depan.



