Skate Rider dan Brand Ambassador Serentak Mundur dari Thanksinsomnia
Dalam perkembangan yang mengejutkan, sejumlah skate rider dan brand ambassador secara serentak menyatakan pengunduran diri dari brand Thanksinsomnia. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap pengakuan serta permintaan maaf yang disampaikan oleh pendiri sekaligus pemilik brand tersebut, Mohan Hazian, atas tindakan pelecehan seksual yang dilakukannya.
Pengumuman Terbuka di Media Sosial
Pengumuman pengunduran diri ini disampaikan secara terbuka melalui akun media sosial masing-masing pihak yang selama ini menjadi wajah dari Thanksinsomnia. Para individu ini, yang telah lama menjadi representasi visual dan etos brand, memilih untuk memutuskan hubungan profesional mereka sebagai bentuk protes dan solidaritas terhadap korban.
Beberapa nama yang tercatat mengundurkan diri termasuk Jebraks, Gregorius Aldwin, Affan, serta videografer Raf. Keputusan kolektif ini menandai momen penting dalam industri skate dan fashion, di mana nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial semakin diutamakan oleh para influencer dan profesional.
Dampak terhadap Reputasi Brand
Insiden ini telah menimbulkan gelombang reaksi di kalangan penggemar dan konsumen Thanksinsomnia. Banyak yang menyatakan kekecewaan dan mendukung langkah para skate rider serta brand ambassador yang mundur. Situasi ini juga mengangkat diskusi lebih luas tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinan perusahaan, terutama di era di mana media sosial dapat dengan cepat memperbesar isu-isu sensitif seperti pelecehan seksual.
Mohan Hazian, dalam pernyataan maafnya, mengakui kesalahan dan berjanji untuk merefleksikan tindakannya. Namun, langkah mundur massal dari para wajah brand menunjukkan bahwa konsekuensi dari skandal semacam ini dapat berdampak signifikan terhadap operasional dan citra perusahaan.
Kejadian ini berpotensi mempengaruhi penjualan dan loyalitas pelanggan Thanksinsomnia di masa depan, sekaligus menjadi pelajaran bagi brand lain dalam industri untuk lebih memperhatikan aspek etika dalam budaya perusahaan mereka.



