Kairana Zakira, yang akrab disapa Kiko, mahasiswa Program Studi Sarjana Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), menghabiskan waktu kurang lebih satu tahun berkutat dengan jarum dan benang rajutan untuk menyelesaikan Tugas Akhir (TA) kuliahnya. Alih-alih memilih skripsi, Kiko memilih jalur TA yang lazim dipilih mahasiswa FSRD ITB.
Eksplorasi Teknik Crochet sebagai Fokus Utama
Kiko, yang belajar merajut secara otodidak, mengangkat judul TA "Pengaplikasian Teknik Crochet dan Eksplorasi Material Benang pada Subkultur Fashion Decora". Inspirasi datang dari keinginannya melihat teknik handmade seperti crochet menjadi teknik utama dalam perancangan busana, bukan sekadar elemen tambahan atau dekorasi. "Selama ini yang aku lihat teknik crochet seringkali cuma dipakai sebagai elemen tambahan atau dekorasi, bukan sebagai fokus teknik utama yang mendominasi perancangan," jelas Kiko melalui pesan singkat, Rabu (22/7/2026).
Proses Kreatif dan Material
Dalam proses pengerjaan TA-nya, Kiko mengeksplorasi berbagai material benang untuk menciptakan tekstur dan tampilan yang sesuai dengan subkultur Decora—gaya fashion asal Jepang yang menonjolkan aksesori warna-warni dan berlapis. Ia merajut langsung pada busana, menjadikan crochet sebagai teknik dominan. Kiko mengaku tantangan terbesar adalah konsistensi rajutan agar hasil akhir rapi dan sesuai desain. Setelah setahun penuh, TA-nya berhasil diselesaikan dan mendapat apresiasi dari dosen pembimbing.
Dampak dan Harapan
Karya Kiko diharapkan dapat menginspirasi perancang busana lain untuk lebih berani menggunakan teknik handmade sebagai fokus utama. Ia berharap ke depannya crochet tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai teknik perancangan yang mandiri dan bernilai estetis tinggi. Kiko juga berencana mengembangkan koleksi busana rajutan untuk dipasarkan secara komersial.



