KOMPAS.com - Film animasi terbaru Pixar, Toy Story 5, resmi mendapat label PG (Parental Guidance) atau perlu Bimbingan Orangtua (BO). Meskipun waralaba Toy Story umumnya cocok untuk semua usia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang dewasa sebelum mengajak anak-anak mereka yang masih sangat kecil menontonnya.
Alasan Rating PG untuk Toy Story 5
Menurut informasi resmi dari Motion Picture Association (MPA), Toy Story 5 diberi rating PG karena mengandung unsur tematik dan humor kasar. Rating ini menandakan bahwa film memerlukan pendampingan orangtua karena ada konten yang dinilai tidak cocok untuk anak-anak tanpa bimbingan.
Keputusan ini mengejutkan sebagian penggemar, mengingat film-film sebelumnya dalam seri ini—seperti Toy Story 4 (2019)—juga mendapat rating G (General Audiences) atau G (Semua Umur). Namun, seiring berkembangnya cerita, Pixar mulai memasukkan elemen yang lebih dewasa.
Panduan untuk Orangtua
Orangtua disarankan untuk meninjau konten film terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajak anak balita. Beberapa adegan mungkin menampilkan konflik emosional yang kompleks atau lelucon yang hanya dapat dipahami oleh penonton yang lebih tua. Pixar sendiri dikenal sering menyelipkan pesan mendalam yang bisa jadi kurang sesuai untuk anak-anak yang sangat kecil.
Belum ada pernyataan resmi dari sutradara atau produser mengenai detail konten yang menyebabkan rating PG. Namun, para pengamat industri film menilai bahwa langkah ini wajar mengingat tren animasi modern yang kerap menargetkan penonton keluarga dengan rentang usia lebih luas.



