Kisah Aas Asnarisa, Sukses Jadi Agen BRILink dari Modal Rp 10 Juta
Kisah Aas Asnarisa Sukses Jadi Agen BRILink dari Modal Rp 10 Juta

Aas Asnarisa, seorang agen BRILink di Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, berhasil membangun usaha dari modal awal Rp 10 juta. Kini, ia memiliki tiga cabang dan penghasilan Rp 5-10 juta per bulan. Kisahnya dimulai pada akhir 2021 ketika ia mendapat tawaran menjadi agen BRILink. Setelah mempertimbangkan potensi usaha, ia memutuskan bergabung dan mulai beroperasi pada Januari 2022.

Perjuangan Awal Tanpa Mesin EDC

Pada tahun pertama, Aas belum memiliki mesin EDC dan hanya mengandalkan ponsel untuk melayani transaksi. "Jadi bener-bener butuh perjuangan. Maksudnya biar orang-orang tuh percaya bahwa di saya bisa transaksi perbankan meskipun belum ada mesin waktu itu," kata Aas kepada detikcom. Setahun kemudian, ia akhirnya mendapatkan mesin EDC, yang memungkinkannya melayani transaksi menggunakan kartu. Sejak itu, volume transaksi harian meningkat.

Renovasi dan Ekspansi Usaha

Melihat potensi yang semakin besar, Aas merenovasi konternya agar lebih layak sebagai mitra resmi BRI. Pada 2024, ia membuka dua cabang tambahan di sekitar Kampung Sawah. "Nah, setelah renovasi ini ya alhamdulillah transaksi makin bagus karena mungkin masyarakat percaya, karena saya agen resminya BRI," tuturnya. Setiap cabang kini melayani puluhan hingga ratusan transaksi per hari, terutama saat ada pencairan bantuan program pemerintah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Ekonomi bagi Keluarga dan Masyarakat

Dari setiap konter, Aas memperoleh penghasilan Rp 5-10 juta per bulan. "Alhamdulillah potensial. Karena kan emang lokasinya ke bank jauh. Apalagi di kantor itu kan ramai ya biasanya antre," ujarnya. Penghasilan ini membantu perekonomian keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga memberdayakan dua adiknya untuk mengelola cabang. Keberadaan konternya sangat dibutuhkan warga; saat tutup, banyak yang menanyakan kapan buka untuk transfer atau tarik tunai.

Menghadapi Tantangan Penipuan

Aas mengaku pernah menghadapi upaya penipuan, termasuk transaksi uang palsu. Untuk mengatasinya, ia fokus pada standar BRI dan tidak bertransaksi sebelum uang diterima. "Kita transaksi setelah uang kita terima. Itu intinya, maksudnya. Jadi nggak percaya nih sama saudara atau keluarga atau tetangga, 'Kirim dulu.' Nah, itu di saya enggak bisa," tegasnya.

Komitmen BRI Perluas Agen BRILink

Kepala BRI Unit Setu Bekasi, Setia Adi, menyambut positif layanan Agen BRILink. "Kami memang membawa layanan BRI sampai ke depan rumah mereka ibaratnya sekaligus menciptakan usaha baru bagi masyarakat," katanya. BRI terus melakukan ekspansi Agen BRILink ke pelosok untuk mempermudah transaksi, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi desa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga