Pemkab Serang Salurkan Bantuan Modal ke 1.309 Warga untuk Tingkatkan Ekonomi
1.309 Warga Serang Terima Bantuan Modal Usaha

Pemerintah Kabupaten Serang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi. Dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas, sebanyak 1.309 warga telah menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Program Intervensi Berbasis DTKS

Program ini merupakan bagian dari intervensi terpadu yang didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tujuan utamanya adalah mendorong masyarakat kurang mampu agar dapat mandiri secara ekonomi. Selain UEP, Pemkab Serang juga menyalurkan bantuan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebanyak 30 paket. Setiap paket KUBE senilai Rp15 juta untuk kelompok yang terdiri dari lima orang.

Bantuan UEP untuk Usaha Kecil

Bantuan UEP diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang kepada total 1.396 penerima manfaat. Bantuan ini difokuskan untuk mendukung usaha kecil masyarakat, seperti perdagangan, kuliner, dan usaha rumahan lainnya yang memiliki potensi untuk berkembang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mengembangkan Usaha Mandiri

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, menjelaskan bahwa UEP adalah program bantuan stimulan yang bertujuan mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. "UEP ini adalah bentuk intervensi pemerintah untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif. Bantuan ini kami arahkan untuk memperkuat ekonomi keluarga, sehingga ke depan mereka bisa lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial," ujarnya dalam rilis resmi.

Komitmen Turunkan Kemiskinan

Yadi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Serang dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan "Serang Bahagia". Mekanisme penyaluran bantuan dilakukan secara selektif dan berbasis data DTKS. Calon penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki atau berencana memulai usaha produktif, serta bersedia mengikuti pembinaan dari pemerintah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga