Rupiah Anjlok ke Rp 18.000 per Dolar AS, Media Asing Soroti
Rupiah Anjlok ke Rp 18.000 per Dolar AS, Media Asing Soroti

Berbagai media asing menyoroti pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga mencapai level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menjadi perhatian global karena dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Rupiah Tembus Level Terlemah

Berdasarkan data dari Investing, rupiah tercatat mencapai level terlemahnya pada Kamis (4/6/2026) pagi, yaitu Rp 18.015 per dolar AS. Sementara itu, menurut data Google Finance, rupiah sempat menembus level Rp 18.022 per dolar AS. Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp 18.028 per dolar AS, melemah 62 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang tidak menentu, termasuk kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian ekonomi global. Analis memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak bagi Perekonomian

Pelemahan rupiah yang signifikan berdampak pada berbagai sektor, seperti impor, inflasi, dan utang luar negeri. Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar, namun tekanan eksternal masih kuat.

Media asing seperti Reuters, Bloomberg, dan Financial Times turut menyoroti kondisi ini, menekankan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonominya. Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi nilai tukar yang mungkin terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga