Sudah 15 tahun Eva Maryanti merintis usaha vendor jasa dekorasi pernikahan dan acara. Usahanya terus berkembang hingga kini memiliki 4 gudang dan juga galeri. Eva Sinar Wedding, berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mulanya dibangun dari rumah.
Perjalanan Usaha dari Rumah ke Galeri
Eva menceritakan awal mula membangun usahanya hingga memiliki galeri sekaligus rumah yang berada di Gg. Gandarusa, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk. Banyak pengalaman pahit dan manis selama belasan tahun, namun Eva yakin profesionalitas akan mendatangkan kepercayaan dari pelanggan sehingga usahanya terus berkembang.
“Semuanya dinikmati. Perjalanannya dinikmati, disyukuri, semuanya menjadi motivasi. Ya namanya orang usaha ada enak ada enggaknya, ada diomongin orang, dimarahin orang. Tapi kita jual jasa, harus profesional,” tutur Eva.
Jika ada komplain, Eva akan menjawab dengan hasil kerja di lapangan. Eva Sinar Wedding kini mencakup jasa dekorasi gedung dan aula, dekorasi akad nikah dan lamaran, make up artist hingga katering.
“Jadi orang mau marah gimana pun, kita tunjukin dengan cara kerja, loyalitas kerjanya, hasilnya,” ujarnya mengenang suka duka perjalanan usahanya.
Berbekal promosi dari mulut ke mulut dan media sosial seperti Instagram, usaha Eva terus berjalan. Dalam sebulan, Eva bisa meraup omzet ratusan juta Rupiah. “Minimal lima event sebulan. Kebanyakan sih nikahan. Omzet bisa tembus Rp200 juta, tergantung ramai,” katanya.
Dari Rumahan hingga Punya Galeri
Saat ini Eva Sinar Wedding memiliki 4 gudang yang berisikan perlengkapan acara pernikahan. Eva bersyukur usahanya bisa berkembang seperti ini. “Gudang sama yang di Pasar Kembang ada juga. Empat, dulu nggak punya gudang,” kata Eva.
Dalam proses ini, Eva sempat mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI pada 2023. Dana ini dipakainya untuk pengembangan usaha, yakni membeli rumah yang ditempatinya untuk sekaligus dijadikan galeri. “Buat nambahin beli rumah ini sih. Pinjamnya cuma Rp100 juta kalau nggak salah,” kata Eva. “Bawah galeri, rumah di atas,” ujarnya.
Eva mensyukuri usahanya yang berkembang hingga saat ini. “Tadinya di Kemanggisan, pindah ke sini Filodenrum, rumah mertua dulu. Habis itu bisa beli rumah di depan. Sekarang bisa beli ini,” kata Eva sambil menunjuk galeri sekaligus rumah yang ditempati saat ini.
KUR BRI Tingkatkan Kapasitas Usaha
BRI, lewat KUR, berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran serta berkelanjutan. BRI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian, guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Pada periode Januari hingga Maret 2026, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp19,86 triliun atau setara 42,16% dari total KUR yang sudah disalurkan.
BRI menegaskan penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. Melalui langkah tersebut, BRI optimistis dapat terus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujar Dirut BRI Hery Gunardi. “Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” imbuh dia.



