Kasatgas Tito Tinjau Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya, Minta Dukungan Kementan
Tito Tinjau Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya, Minta Dukungan Kementan

Kasatgas Tito Tinjau Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya, Minta Dukungan Kementan untuk Pemulihan

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam peninjauan tersebut, Tito menyaksikan kondisi lahan persawahan di Kecamatan Meurah Dua yang tertutup lumpur tebal akibat banjir, dengan kerusakan parah melanda sekitar 1.500 hektare sawah milik warga.

Kerusakan Parah dan Ancaman Produksi Padi

Di lokasi, Tito menjelaskan bahwa ketebalan lumpur di beberapa titik mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter, bahkan sebelumnya dilaporkan lebih dalam. Selain itu, ribuan hektare lahan lain mengalami dampak ringan hingga sedang. "Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan total luas pertanian sekitar 8.800 hektare," tegas Tito. Ia mengkhawatirkan kerusakan ini berpotensi menurunkan produksi padi jika tidak segera ditangani, yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan lokal.

Desakan untuk Dukungan Kementan

Tito menekankan pentingnya dukungan dari Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemulihan lahan terdampak. "Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga," ujarnya. Ia berharap Menteri Pertanian Amran Sulaiman segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut agar sawah dapat kembali difungsikan sebagai lahan tanam yang produktif. Percepatan rehabilitasi dinilai krusial untuk mengembalikan fungsi pertanian dan mendukung ekonomi warga setempat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kerusakan lahan ini tidak hanya mengancam produksi padi, tetapi juga berimbas pada kehidupan petani di Pidie Jaya. Dengan sawah tertutup lumpur, banyak warga kehilangan sumber penghasilan utama, sehingga pemulihan cepat menjadi prioritas untuk mencegah dampak jangka panjang seperti kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan.

Langkah-Langkah Pemulihan yang Diusulkan

Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi. Mereka membahas rencana pemulihan yang mencakup:

  • Pembersihan lumpur dari lahan sawah secara intensif.
  • Penyediaan bantuan benih dan pupuk untuk petani terdampak.
  • Peningkatan infrastruktur irigasi untuk mencegah banjir di masa depan.
  • Koordinasi dengan Kementan untuk program rehabilitasi terpadu.

"Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera [terhadap kondisi lahan tersebut] untuk bisa kembali produktif," tambah Tito. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan lahan dalam waktu singkat dan mengembalikan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga