Agrinas Palma Nusantara Catat Surplus Operasional Rp2,86 Triliun pada 2025
Surplus Operasional Agrinas Palma Nusantara Rp2,86 T

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menutup Tahun Buku 2025 dengan mencatat surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp2,86 triliun. Capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan penugasan pengelolaan aset perkebunan negara yang diamanatkan kepada perusahaan.

Direktur Utama Sebut Capaian Jadi Tonggak Penting

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Mohammad Abdul Ghani menyatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan. Ia menegaskan bahwa APN terus memperkuat perannya sebagai pengelola aset perkebunan negara yang profesional dan mampu menciptakan nilai tambah.

"Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi APN untuk terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat," ujar Abdul Ghani dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Laba Bersih dari Jasa Konsultan Konstruksi

Selain surplus operasional, APN juga membukukan laba bersih sebesar Rp27,9 miliar dari bisnis jasa konsultan konstruksi. Laba tersebut berasal dari kegiatan usaha korporasi yang dijalankan APN di luar pengelolaan perkebunan.

Abdul Ghani mengungkapkan bahwa kedua capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan dua fungsi secara bersamaan. APN mampu menjaga kinerja bisnis sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset perkebunan negara secara profesional, produktif, dan akuntabel.

Pengelolaan Areal Perkebunan Seluas 1,7 Juta Hektare

Sepanjang tahun 2025, APN mengelola areal perkebunan seluas sekitar 1,7 juta hektare. Seiring bertambahnya penugasan, luas areal yang dikelola kini meningkat menjadi 4,11 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 730 ribu hektare merupakan areal tanaman kelapa sawit (planted area).

Skala pengelolaan tersebut memperkuat posisi APN sebagai salah satu pengelola aset perkebunan terbesar di Indonesia. Luas areal yang dikelola menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.

Fokus pada Keberlanjutan dan Tata Kelola

Abdul Ghani menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas. Perseroan juga memastikan pengelolaan perkebunan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Kami meyakini bahwa pengelolaan aset yang didukung tata kelola yang baik, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta kemitraan yang harmonis dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang optimal," jelasnya.

Program Strategis Perusahaan

Untuk mendukung transformasi tersebut, APN terus menjalankan berbagai program strategis. Hal ini meliputi penguatan legalitas aset, pengamanan perusahaan, penyempurnaan tata kelola pengadaan (procurement) dan komersial, serta penguatan organisasi dan kapabilitas sumber daya manusia.

Perseroan juga memperluas kemitraan dengan petani, koperasi, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain itu, perusahaan memperkuat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan mempercepat pengembangan serta hilirisasi komoditas pangan prioritas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga