Pemprov DKI Ungkap Dua Faktor Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi di Ramadan
Penyebab Harga Daging Sapi Naik Saat Ramadan Diumumkan Pemprov DKI

Pemprov DKI Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Naik saat Ramadan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) telah mengungkapkan penyebab utama kenaikan harga daging sapi yang terjadi selama bulan Ramadan. Faktor kunci yang diidentifikasi adalah peningkatan permintaan masyarakat yang signifikan, disertai dengan pengaruh kondisi ekonomi global.

Peningkatan Permintaan Domestik Capai 3,57%

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa permintaan daging sapi tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,57% selama Ramadan. Peningkatan konsumsi ini berdampak langsung pada harga di pasaran, menciptakan tekanan pada stabilitas harga.

"Adanya kenaikan permintaan daging saat Ramadan sebesar 3,57%," kata Hasudungan dalam keterangan resminya pada Rabu, 25 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa lonjakan kebutuhan masyarakat menjadi pendorong utama naiknya harga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengaruh Kondisi Global dan Nilai Tukar Mata Uang

Selain faktor permintaan dalam negeri, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh kondisi global. Hasudungan menjelaskan bahwa harga daging di negara produsen mengalami kenaikan akibat fluktuasi nilai tukar mata uang global.

"Adanya kenaikan harga daging di negara produsen yang disebabkan pengaruh nilai tukar mata uang global," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal turut berkontribusi pada ketidakstabilan harga di tingkat lokal.

Pemantauan dan Koordinasi untuk Jaga Stabilitas Harga

Pemprov Jakarta terus memantau perkembangan harga pangan strategis, termasuk daging sapi, selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, terutama pada periode meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci. Upaya ini mencakup:

  • Pemantauan rutin harga di pasar tradisional dan modern
  • Koordinasi dengan distributor dan pedagang
  • Pengawasan pasokan untuk menghindari kelangkaan

Data Harga di Pasar Senen

Berdasarkan data dari situs resmi pangan.jakarta.co.id, harga daging sapi di Pasar Senen menunjukkan variasi yang signifikan. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp 150.000 per kilogram, sementara harga terendah berada di angka Rp 130.000 per kilogram.

Perbedaan harga ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor permintaan dan pasokan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawasi situasi ini guna melindungi kepentingan konsumen.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga