Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sejumlah negara telah meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia setelah konflik di Timur Tengah berdampak pada distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat berada di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Prabowo: Banyak Negara Minta Pupuk
"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," kata Prabowo seperti dikutip dari Antara.
Menurut Prabowo, perang di Iran telah memberikan dampak besar terhadap pasokan energi global setelah Selat Hormuz ditutup. Penutupan jalur pelayaran strategis ini mengganggu rantai pasokan energi dan bahan baku, termasuk yang diperlukan untuk produksi pupuk.
Dampak Perang Timur Tengah
Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah telah menyebabkan ketidakstabilan pasokan energi dunia. Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk untuk minyak dan gas, ditutup sehingga memicu kenaikan harga energi dan kelangkaan bahan baku pupuk di berbagai negara.
Indonesia, sebagai negara agraris dengan produksi pupuk yang cukup besar, kini menjadi salah satu tujuan utama negara-negara yang membutuhkan pasokan pupuk. Prabowo menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati meskipun Indonesia berada dalam posisi yang dapat memberikan bantuan.
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi global dan memastikan bahwa kebutuhan pupuk dalam negeri tetap terpenuhi sebelum mengekspor ke negara lain. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.



