Menkop Dorong Ekonomi Syariah Jadi Gerakan Kolaboratif Inklusif
Menkop: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya menjadikan ekonomi syariah sebagai gerakan kolaboratif yang inklusif. Menurutnya, sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengakselerasi ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Pernyataan dalam Forum SELF 2026

Hal tersebut disampaikan Ferry saat memberikan sambutan dalam agenda Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 di Jakarta pada Minggu, 24 Mei 2026. Forum tahun ini mengusung tajuk 'Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia'.

"Ekonomi syariah harus menjadi gerakan kolaboratif yang inklusif dengan mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil dalam satu gerak langkah," kata Ferry dalam keterangan tertulis pada Senin, 25 Mei 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Partisipasi Berbagai Elemen

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam ekosistem syariah nasional, mulai dari jajaran pemerintah daerah, akademisi, hingga para pelaku industri halal. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pondasi dan memperluas jangkauan ekonomi syariah dari hulu ke hilir.

Langkah Konkret Kemenkop

Dalam kesempatan tersebut, Ferry memaparkan langkah konkret yang siap diambil oleh pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop). Pihaknya berupaya penuh untuk bersinergi dengan MES serta berbagai pihak terkait demi mendorong pertumbuhan sektor riil, khususnya bagi perkembangan koperasi.

Ferry menjelaskan bahwa Kemenkop akan berfokus pada penguatan pembiayaan produktif guna memperluas akses bagi koperasi dan UMKM halal. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen memacu lahirnya koperasi produksi baru yang berbasis pada potensi industri halal spesifik di tiap-tiap wilayah.

"Kami juga tengah mengembangkan model bisnis koperasi modern. Model ini tidak hanya dirancang untuk menjaga kepatuhan syariah, tetapi juga wajib terintegrasi dengan teknologi digital dan mampu menembus jaringan pemasaran global," tutup Ferry.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga