Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan turbin angin portabel bernama Terangin. Alat ini dirancang sebagai solusi irigasi bagi petani di daerah yang sulit mengakses listrik.
Latar Belakang Penciptaan Terangin
Ide pembuatan Terangin muncul dari keprihatinan terhadap petani yang masih mengandalkan pompa air berbahan bakar fosil. Biaya operasional yang tinggi dan dampak lingkungan menjadi masalah utama. Terangin hadir sebagai alternatif ramah lingkungan yang memanfaatkan energi angin untuk memompa air.
Fitur Unggulan Terangin
- Portabel: Mudah dibongkar pasang sehingga bisa dipindahkan sesuai kebutuhan.
- Efisien: Mampu memompa air dengan kecepatan angin rendah.
- Ramah Lingkungan: Tidak menghasilkan emisi karbon.
- Biaya Rendah: Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.
Harapan ke Depan
Tim pengembang berharap Terangin dapat diproduksi massal dan didistribusikan ke petani di seluruh Indonesia. Mereka juga terus melakukan penyempurnaan agar alat ini semakin optimal. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan energi.



