Dialog dengan Petani di Ngawi, Ibas Soroti Pentingnya Kedaulatan Pangan Nasional
Ibas Dialog dengan Petani Ngawi, Tekankan Kedaulatan Pangan

Dialog Langsung Ibas dengan Petani Ngawi Soroti Urgensi Kedaulatan Pangan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, baru-baru ini mengadakan dialog interaktif dengan para petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, Ibas secara tegas menekankan bahwa kedaulatan pangan merupakan elemen krusial yang tidak dapat diabaikan dalam upaya membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Pentingnya Kemandirian Pangan bagi Stabilitas Negara

Ibas menjelaskan bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar tentang kecukupan produksi, tetapi lebih pada kemampuan bangsa untuk mengontrol dan mengelola sumber daya pangan secara mandiri. "Kita harus memastikan bahwa petani sebagai ujung tombak produksi pangan mendapatkan dukungan penuh, baik dari segi kebijakan, teknologi, maupun akses pasar," ujarnya dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi petani di Ngawi dan wilayah lain di Indonesia, seperti:

  • Fluktuasi harga komoditas pertanian yang tidak stabil
  • Keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern
  • Masalah irigasi dan infrastruktur pendukung pertanian
  • Dampak perubahan iklim yang semakin nyata terhadap hasil panen

Respons Positif dari Petani Lokal

Para petani yang hadir dalam dialog tersebut menyambut baik inisiatif Ibas untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi mereka. "Kami merasa dihargai dengan adanya dialog seperti ini. Harapannya, masukan dari lapangan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pertanian di tingkat nasional," kata salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Dialog ini juga menjadi ajang bagi petani untuk menyampaikan harapan mereka terhadap pemerintah, terutama dalam hal:

  1. Penetapan harga dasar yang adil untuk produk pertanian
  2. Peningkatan bantuan sarana dan prasarana pertanian
  3. Pelatihan dan pendampingan dalam penerapan teknologi tepat guna
  4. Perlindungan dari praktik perdagangan yang tidak adil

Komitmen untuk Kolaborasi dan Tindak Lanjut

Ibas berkomitmen untuk membawa suara petani Ngawi ke dalam pembahasan di DPR RI, khususnya dalam konteks revisi undang-undang terkait pertanian dan pangan. "Kedaulatan pangan adalah tanggung jawab bersama. Legislatif, eksekutif, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk mencapainya," tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada aspek distribusi dan konsumsi pangan yang berkeadilan. Dengan demikian, kedaulatan pangan tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya para petani yang berjuang di garis depan.