BRIN Kembangkan Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil menciptakan sebuah inovasi pangan yang menarik perhatian, yaitu sourdough yang terbuat dari beras merah varietas Segreng Handayani asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung diversifikasi pangan lokal, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian Indonesia.
Inovasi Pangan Berbasis Bahan Lokal
Sourdough, yang dikenal sebagai adonan roti fermentasi alami, biasanya dibuat dari tepung terigu. Namun, BRIN memanfaatkan beras merah Segreng Handayani sebagai bahan dasar alternatif. Beras merah ini dipilih karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, termasuk serat, antioksidan, dan mineral, serta potensi untuk mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
Proses pembuatan sourdough ini melibatkan fermentasi dengan mikroorganisme alami, yang tidak hanya mengembangkan rasa yang khas tetapi juga meningkatkan daya cerna dan nilai gizi produk akhir. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang mencari pilihan roti yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Dampak Positif bagi Ekonomi dan Lingkungan
Pengembangan sourdough beras merah ini membawa beberapa manfaat signifikan:
- Mendorong Diversifikasi Pangan: Dengan memanfaatkan beras lokal, inovasi ini mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor seperti gandum, yang sesuai dengan kebijakan ketahanan pangan nasional.
- Meningkatkan Nilai Ekonomi: Beras merah Segreng Handayani, yang sebelumnya mungkin kurang dikenal, kini memiliki pasar baru melalui produk olahan seperti sourdough, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani di Gunungkidul.
- Mendukung Kesehatan: Sourdough berbahan beras merah menawarkan alternatif roti yang lebih bergizi, cocok untuk konsumen yang peduli dengan pola makan sehat dan bebas gluten.
- Ramah Lingkungan: Penggunaan bahan lokal mengurangi jejak karbon dari transportasi impor, sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Potensi Pengembangan dan Tantangan ke Depan
Meskipun inovasi ini menjanjikan, BRIN masih menghadapi beberapa tantangan dalam mengkomersialkan sourdough beras merah. Tantangan tersebut termasuk perluasan skala produksi, edukasi konsumen tentang manfaat produk, dan pengembangan rantai pasok yang efisien. Namun, dengan dukungan dari pemerintah dan kolaborasi dengan industri pangan, produk ini berpotensi besar untuk dipasarkan secara luas, baik di dalam negeri maupun ekspor.
BRIN berencana untuk terus melakukan riset lebih lanjut guna mengoptimalkan kualitas dan variasi produk, serta mempromosikan inovasi ini melalui program sosialisasi dan pelatihan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan demikian, sourdough beras merah Segreng Handayani tidak hanya menjadi simbol kemajuan riset pangan Indonesia, tetapi juga kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi lokal dan global.



