BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat di Semester II 2026, Picu Kekeringan
BMKG Prediksi El Nino Lemah-Moderat di Semester II 2026

BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat di Semester II 2026, Picu Kekeringan

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Nino di Indonesia pada semester kedua tahun 2026. El Nino merupakan fenomena alam yang dapat menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah, dengan dampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.

Fakta dan Prediksi El Nino 2026

Melansir laman resmi BMKG, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini mengakibatkan pergeseran potensi pertumbuhan awan dari wilayah Indonesia ke Samudra Pasifik Tengah dan Timur, sehingga mengurangi curah hujan di Tanah Air.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Namun, pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua tahun 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat," kata Ardhasena.

BMKG mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menginterpretasikan data prediksi saat ini karena adanya fenomena spring predictability barrier, yaitu penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan Bumi utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei). Akurasi prediksi El Nino yang dihasilkan pada periode Maret-April umumnya hanya andal untuk prakiraan tiga bulan ke depan.

Untuk itu, BMKG perlu terus memantau pembaruan data secara berkala dan mengkaji perkembangannya. Secara statistik, prediksi pada bulan Mei 2026 memiliki keandalan yang lebih baik untuk menjangkau kondisi iklim hingga enam bulan ke depan, dengan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi terhadap intensitas El Nino.

"Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia," jelas Ardhasena.

Antisipasi Dampak El Nino di Indonesia

El Nino diprediksi mulai terjadi di sejumlah wilayah pada pertengahan tahun 2026. Fenomena ini berpotensi menyebabkan kemarau lebih panjang dari biasanya, yang dapat memengaruhi ketersediaan air, terutama untuk kebutuhan irigasi pertanian. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga produksi pangan tetap berjalan dan meminimalkan dampak negatif.

1. Pasokan Air Dijaga agar Tetap Stabil Selama Musim Kemarau

Waduk menjadi kunci menjaga pasokan air irigasi, khususnya di Jawa Tengah sebagai lumbung pangan. Contohnya, Waduk Gajah Mungkur dengan volume air sekitar 340 juta m³ (kapasitas efektif sekitar 260 juta m³) untuk mendukung irigasi. Beberapa upaya yang dilakukan untuk menjaga kapasitas waduk meliputi:

  • Pengoperasian 4 kapal keruk untuk mengurangi endapan sedimen.
  • Pembangunan 3 closure dike untuk menahan sedimen dari Sungai Keduang.
  • Penanaman pohon di wilayah hulu untuk memperbaiki dan menjaga kondisi daerah tangkapan air.
  • Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (hujan buatan).

2. Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman hingga 11 Bulan ke Depan

Pemerintah memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak El Nino. Rincian stok pangan meliputi:

  • Beras: Bulog menyimpan 4,5 juta ton, swasta (horeka) 12,5 juta ton, dan potensi panen (standing crop) 11 juta ton.
  • Cadangan Pangan Pemerintah (CPP): Jagung 168 ribu ton, gula 49 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, serta daging sapi dan kerbau 11 ribu ton.

Dengan pengelolaan air yang optimal dan stok pangan yang terjaga, pemerintah berupaya memastikan dampak El Nino terhadap pasokan pangan dapat diminimalkan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional agar tetap stabil di tengah perubahan iklim dan fenomena alam seperti El Nino.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga