Benih Lama Masih Bisa Tumbuh? Ini Penjelasan Ahli untuk Hindari Buang Waktu
Benih Lama Masih Bisa Tumbuh? Ini Penjelasan Ahli

Banyak orang yang sering menyimpan sisa benih dari musim tanam sebelumnya, baik itu dalam kemasan yang sudah terbuka atau di laci penyimpanan. Praktik ini umum dilakukan oleh para pekebun rumahan atau petani kecil untuk menghemat biaya. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah benih lama itu masih bisa tumbuh dengan baik? Mengetahui jawabannya sangat krusial, karena menanam benih yang sudah tidak layak hanya akan membuang waktu, tenaga, dan sumber daya lainnya secara percuma.

Benih sebagai Makhluk Hidup yang Perlu Perhatian Khusus

Menurut Gary Pilarchik, pendiri The Rusted Garden sekaligus penulis buku The Modern Homestead Garden, benih sejatinya adalah makhluk hidup yang mengandung kelembapan di dalamnya. Ia menjelaskan bahwa benih tidak hanya sekadar benda mati, melainkan organisme yang memerlukan kondisi penyimpanan yang tepat untuk mempertahankan viabilitasnya. Jika benih terlalu kering, misalnya karena paparan udara atau suhu yang tidak stabil, maka benih tersebut bisa mati dan kehilangan kemampuan untuk berkecambah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelayakan Benih Lama

Beberapa faktor kunci yang menentukan apakah benih lama masih layak ditanam antara lain:

  • Kelembapan: Benih membutuhkan kadar air tertentu untuk tetap hidup. Penyimpanan di tempat yang terlalu kering dapat mengurangi kelembapan internal benih.
  • Suhu: Suhu yang stabil dan sejuk, seperti di lemari pendingin, dapat memperpanjang umur simpan benih.
  • Jenis Benih: Beberapa jenis benih, seperti benih sayuran tertentu, memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan benih bunga atau tanaman hias.
  • Kondisi Penyimpanan: Kemasan yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya langsung dapat membantu menjaga kualitas benih.

Dengan memahami hal ini, para penanam dapat mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti menyimpan benih dalam wadah kedap udara atau menggunakan silika gel untuk mengontrol kelembapan. Uji kecambah sederhana, misalnya dengan menempatkan beberapa benih di atas tisu basah, juga bisa dilakukan untuk memastikan kelayakannya sebelum ditanam di lahan. Dengan demikian, upaya bertanam menjadi lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal.