Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, mendorong pengembangan makanan siap saji berteknologi modern sebagai solusi strategis dalam penanganan darurat bencana alam di Indonesia. Hal ini diungkapkannya setelah menerima direksi PT. Banjarnegara Agro Mandiri Sejahtera (BAMS) di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026.
Bantuan Makanan Siap Saji untuk Korban Bencana di Aceh
PT. BAMS, yang didirikan di Banjarnegara, Jawa Tengah pada tahun 2013, telah mengirimkan 1.000 paket makanan siap saji kepada para penyintas bencana alam di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bantuan ini disalurkan dalam masa tanggap darurat, di mana kecepatan distribusi logistik menjadi faktor krusial untuk menyelamatkan nyawa.
Kondisi Darurat dan Tantangan Logistik
Bamsoet menekankan bahwa dalam situasi bencana, distribusi pangan harus bergerak cepat karena menyangkut daya tahan fisik dan psikologis para penyintas. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, yang berdampak pada jutaan warga.
"Kita harus realistis melihat kondisi di lapangan. Membangun dapur umum memerlukan peralatan, gas, air bersih, tenaga relawan, dan waktu. Sementara korban membutuhkan asupan gizi saat itu juga," kata Bamsoet dalam keterangannya pada Rabu, 25 Februari 2026.
Inovasi Teknologi dalam Produksi Makanan Siap Saji
PT. BAMS memproduksi makanan siap saji yang dirancang khusus untuk situasi krisis. Produk ini dapat langsung dikonsumsi dengan menambahkan air panas sesuai takaran, tanpa perlu proses memasak yang rumit. Teknologi pengolahan dan pengemasan memungkinkan makanan bertahan dalam jangka waktu tertentu, higienis, dan mudah didistribusikan dalam jumlah besar.
"Konsep ini mempersingkat rantai logistik sekaligus meminimalkan ketergantungan pada fasilitas dapur umum di lokasi bencana," ujar Bamsoet. Ia menambahkan bahwa produk ini praktis, aman, dan mampu menjaga kebutuhan kalori harian penyintas, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Peran Industri Pangan dalam Manajemen Kebencanaan
Bamsoet menegaskan bahwa inovasi industri pangan dapat berperan langsung dalam manajemen kebencanaan nasional. Dengan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi, model bantuan berbasis teknologi seperti ini menjadi alternatif strategis untuk mempercepat respons kemanusiaan.
"Industri pangan harus hadir memberi solusi konkret saat negara menghadapi situasi darurat. Ke depan, kami akan memperkuat kapasitas produksi agar respons bantuan bisa menjangkau lebih banyak wilayah rawan bencana di Indonesia," tutup Bamsoet.
Pendekatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara sektor industri, relawan, dan pemerintah dalam memperkuat sistem ketahanan pangan darurat Indonesia, menciptakan sinergi yang lebih efektif dalam penanganan bencana di masa depan.



