Aiptu Suwendi, Bhabinkamtibmas Penggerak Kemandirian Pangan di Cirebon
Aiptu Suwendi Gerakkan Kemandirian Pangan di Cirebon

Aiptu Suwendi, Bhabinkamtibmas Penggerak Kemandirian Pangan di Cirebon

Di bawah binaan Aiptu Suwendi, Bhabinkamtibmas Polsek Weli, Polresta Cirebon, warga Desa Megu Gede mengalami transformasi signifikan dalam hal ketahanan pangan. Sosok yang berdinas di wilayah hukum tersebut telah menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan di kolam terpal dan pertanian skala kecil, menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Inisiatif Budidaya Ikan yang Mengubah Desa

Program budidaya ikan yang digagas Aiptu Suwendi dimulai sejak tahun 2023. Dengan fokus pada ikan air tawar seperti Nila, Patin, dan Gurami, ia mengajari warga teknik pemeliharaan, mulai dari pembesaran bibit, pemberian pakan, hingga pengelolaan air kolam. Nada Ikrima, Kaur Keuangan Desa Megu Gede, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berawal dari keinginan Suwendi untuk meningkatkan ketahanan pangan desa.

"Kita awalnya dari Pak Wendi menggagas budidaya ikan. Jadi desa sendiri ketahanan pangannya itu ambilnya ikan, yang dipelopori oleh Pak Wendi untuk pembelajaran awalnya," kata Nada. Hasilnya, beberapa warga kini memiliki 5-8 kolam ikan di pekarangan rumah, dengan penjualan yang berjalan lancar baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Dampak Ekonomi dan Sosial yang Nyata

Budidaya ikan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga. Ikan yang dipanen dijual dengan harga bervariasi, seperti Gurami seharga Rp 55 ribu per kilogram, Nila Rp 35 ribu, dan Patin Rp 25 ribu. Nada menceritakan bahwa seorang warga bahkan berhasil menjual 1,5 kuintal ikan pada momen tahun baru, menunjukkan potensi ekonomi yang besar.

Selain itu, Suwendi juga mendorong pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa tersebut. Kelompok yang beranggotakan belasan wanita ini menanam berbagai jenis sayuran, seperti jagung ungu, cabai, kangkung, dan caisim. Meski lahan terbatas, hasil pertanian digunakan untuk konsumsi pribadi dan dijual melalui grup WhatsApp, memberikan manfaat ekonomi bagi anggota.

Motivasi dan Dukungan dari Dalam Diri

Aiptu Suwendi, yang berasal dari Desa Plumbon, menyatakan bahwa motivasinya datang dari keinginan tulus untuk melihat masyarakat mandiri. "Saya ajarkan jangan pernah mikirin soal jual, suka dulu kalau mau budidaya ikan. Kita butuh ikan segar atau bukan? Kalau butuh ikan segar, kita harus ada balong," ujarnya. Ia menekankan pentingnya memulai dengan passion sebelum berpikir tentang keuntungan finansial.

Program ini juga mendapat dukungan dari Kapolresta Cirebon saat itu, Kombes Sumarni, yang turut membantu kelompok wanita tani dan yayasan setempat. Suwendi terus aktif membimbing warga, termasuk dalam mengatasi kendala teknis seperti masalah air atau penyakit ikan.

Usulan untuk Hoegeng Awards 2026

Atas kontribusinya, Nada mengusulkan Aiptu Suwendi sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2026. Ia menilai dedikasi Suwendi dalam membina ketahanan pangan layak diapresiasi, terutama karena dampaknya yang langsung terasa bagi masyarakat desa.

Hingga kini, belasan warga telah tertarik mengembangkan budidaya ikan dengan kolam terpal, dan Suwendi tetap siap membantu jika ada permasalahan. Ia juga gencar mengajak warga memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam, seperti menanam cabai atau tomat dalam polybag, guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Dengan upaya tanpa henti ini, Aiptu Suwendi membuktikan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya terbatas pada keamanan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.