Pemkot Jaktim Musnahkan 763 Kg Ikan Sapu-Sapu yang Mengandung Logam Berat
763 Kg Ikan Sapu-Sapu di Jaktim Dimusnahkan

Operasi Besar-Besaran di Jakarta Timur: 763 Kg Ikan Sapu-Sapu Ditangkap dan Dimusnahkan

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) berhasil menangkap sebanyak 763 kilogram ikan sapu-sapu dalam sebuah operasi serentak yang digelar di 10 kecamatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian populasi spesies invasif yang mengancam ekosistem perairan.

Rekap Sementara Menunjukkan Populasi Masif

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengumumkan bahwa hasil tangkapan tersebut merupakan rekap sementara dari Kamis sore hingga Jumat pagi, pukul 08.45 WIB. "Sampai dengan hari ini, operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan, rekap dari 10 lokasi sebanyak 763 kilogram atau 7,63 kuintal," jelasnya di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati.

Kawasan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 200 kg ikan sapu-sapu yang berhasil diangkat sejak Kamis sore. Sembilan lokasi lainnya masih menunggu laporan lengkap untuk perhitungan akhir.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Melibatkan 150 Personel dan Masyarakat

Operasi ini tidak main-main. Sebanyak 150 personel gabungan turun ke lapangan, terdiri dari pemadam kebakaran, BPBD, kelurahan, dan kecamatan. Partisipasi aktif masyarakat juga mempercepat proses penangkapan, menunjukkan kepedulian bersama terhadap masalah lingkungan ini.

Besarnya angka tangkapan dalam waktu singkat mengindikasikan bahwa populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Timur sudah sangat tinggi dan memerlukan penanganan serius. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

Bahaya Kesehatan: Mengandung Logam Berat

Lebih mengkhawatirkan, Pemkot Jaktim menyoroti aspek kesehatan. Berdasarkan uji laboratorium, ikan sapu-sapu di wilayah DKI Jakarta terindikasi mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri yang melebihi ambang batas aman. Oleh karena itu, seluruh hasil tangkapan dipastikan tidak akan dimanfaatkan.

"Semua harus dikubur. Kami tidak ingin ikan ini dikonsumsi masyarakat karena berbahaya bagi kesehatan," tegas Munjirin. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko keracunan dan penyakit akibat konsumsi ikan yang tercemar.

Komitmen Pengendalian Berkelanjutan

Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk melaksanakan program pengendalian ikan sapu-sapu secara berkelanjutan. Evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program dalam jangka panjang.

Operasi ini juga sejalan dengan program besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pengendalian spesies invasif seperti ikan sapu-sapu menjadi langkah krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Melalui operasi serentak ini, diharapkan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta Timur dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak memanfaatkan ikan berbahaya untuk konsumsi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga