Selat Hormuz Dibuka, Harga Pangan Diprediksi Stabil
Selat Hormuz Dibuka, Harga Pangan Diprediksi Stabil

Kabar Gembira: Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali

Kompas.com - Kabar dibukanya kembali Selat Hormuz pada Jumat mendatang membawa harapan baru bagi banyak negara untuk mendapatkan pasokan minyak mentah. Langkah ini menyusul kesepakatan kerangka perjanjian antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata, setelah lebih dari tiga bulan AS dan Israel terlibat perang melawan Iran.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Sebelumnya, krisis di Timur Tengah telah melambungkan harga minyak dunia karena konflik tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz, salah satu jalur transportasi laut terpenting di dunia untuk minyak, gas alam cair, dan berbagai komoditas vital lainnya. Penutupan ini sempat membatasi pasokan global dan berdampak besar pada sektor pangan.

Prospek Stabilisasi Pangan

Lantas, jika selat ini dibuka kembali, apakah sektor pangan akan ikut stabil? Para analis memperkirakan bahwa pembukaan kembali jalur ini akan memulihkan rantai pasok komoditas, tidak hanya minyak tetapi juga bahan pangan yang bergantung pada transportasi laut. Dengan lancarnya distribusi, harga pangan diharapkan dapat kembali normal dan tekanan inflasi berkurang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram