Polda Metro Jaya Temukan Harga Pangan Masih di Atas Acuan di Pasar Jakarta
Polda Metro Jaya Temukan Harga Pangan di Atas Acuan

Polda Metro Jaya Temukan Harga Pangan Masih di Atas Acuan di Pasar Jakarta

Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) melalui Satgas Sapu Bersih (Saber) di pasar Kopro, wilayah Jakarta Barat, pada Rabu, 4 Maret 2026. Dari hasil pengecekan lapangan, petugas masih mendapati beberapa komoditas yang dijual di atas harga acuan yang telah ditetapkan.

Komoditas dengan Harga Melonjak

Komoditas yang ditemukan dengan harga di atas acuan meliputi cabai rawit merah sekitar Rp140.000 per kilogram, bawang merah Rp52.000 per kilogram, telur ayam Rp32.000 per kilogram, dan daging sapi Rp150.000 per kilogram. Temuan ini menunjukkan bahwa lonjakan harga masih terjadi di beberapa pasar tradisional, meskipun upaya pengawasan telah dilakukan.

Monitoring Berkala untuk Stabilkan Harga

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ardilla Amry, menegaskan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok. "Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan ketersediaannya aman bagi masyarakat," ujar Ardilla dalam keterangannya pada Rabu, 4 Maret 2026.

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas memberikan teguran kepada para pedagang dan mengingatkan mereka untuk tidak melakukan praktik penimbunan. "Kami juga mengingatkan para pedagang maupun distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan atau memainkan harga yang dapat merugikan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri," jelas Ardilla.

Operasi Pasar di Penajam Paser Utara

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, telah merangkai kegiatan Safari Ramadan dengan menggelar operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperidag) Kabupaten Penajam Paser Utara, Margono Hadisusanto, menjelaskan bahwa operasi pasar dilaksanakan sebagai upaya menekan kenaikan harga, terutama di hari besar keagamaan.

"Operasi pasar berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), asosiasi pedagang lokal dan penyalur (distributor), menyediakan bahan pangan seperti beras, gula pasir, telur, minyak goreng dan lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar," terang Margono. Operasi pasar ini dijadwalkan di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku sebagai antisipasi potensi kenaikan harga selama bulan puasa hingga lebaran.

Harga Bahan Pangan Secara Umum Terjaga

Meskipun ada lonjakan pada beberapa komoditas, Margono menyatakan bahwa bahan pangan seperti beras, minyak goreng, garam, gula, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, susu, bawang merah, bawang putih, dan kedelai masih tersedia di pasaran dengan harga relatif stabil. "Bahan pangan pada Ramadan relatif terjaga, kendati ada komoditas mengalami kenaikan harga, yakni daging sapi naik menjadi Rp150.000 per kilogram dari sebelumnya Rp135.000 per kilogram, serta cabai dari Rp30.000 per kilogram naik menjadi Rp80.000 per kilogram," tutup Margono.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memastikan bahwa harga pangan dan pasokannya dalam kondisi relatif stabil menjelang Lebaran. Pemerintah terus melakukan pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta pengecekan langsung ke sejumlah daerah. "Karena ini menghadapi Lebaran, kami sampaikan kepada masyarakat beberapa hari ini kami terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok melalui SP2KP dan juga kemarin kami melakukan pengecekan langsung ke Pidie di Aceh," ujar Budi dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Selasa 24 Februari 2026.