Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Meski Konflik AS-Israel dan Iran Memanas
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Meski Konflik Global

Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik AS-Israel dan Iran, Pastikan Stok Pangan Memadai

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di ibu kota tersedia dalam jumlah yang aman dan mencukupi, terutama selama bulan suci Ramadan dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap situasi geopolitik global yang memanas, di tengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

Proyeksi Kebutuhan dan Ketersediaan Pangan

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai. "Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Ratu dalam keterangan tertulis pada Senin, 2 Maret 2026.

Pemprov DKI telah melakukan proyeksi kebutuhan secara detail untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Meskipun ada peningkatan kebutuhan pangan untuk komoditas tertentu, seperti telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, dan bawang putih yang naik sekitar 3,5 persen, stok beras di Jakarta tersedia lebih dari 100 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 68 ribu ton. Stok daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan, sementara gula pasir dan minyak goreng dinyatakan mencukupi dengan stok puluhan ribu ton.

Lonjakan Konsumsi dan Langkah Antisipatif

Ratu memproyeksikan lonjakan konsumsi komoditas strategis akan terjadi menjelang Idulfitri pada Maret 2026. Data sementara menunjukkan kenaikan terbesar pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, diikuti daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen. Namun, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melebihi kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai.

Untuk meredam dampak potensi gejolak harga akibat dinamika global, Pemprov DKI telah memperkuat koordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, dan pemerintah pusat. "Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," tegas Ratu.

Imbauan kepada Masyarakat dan Program Tambahan

Ratu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman. Komitmen Pemprov DKI adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meluncurkan program "Mudik ke Jakarta" yang berlangsung dari 27 Februari hingga 31 Maret 2026. Program ini menawarkan berbagai promosi wisata dan hotel, serta menggratiskan layanan transportasi umum seperti LRT Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta selama Lebaran. Jakarta juga menghadirkan program Jakarta Festive Wonder dengan potongan harga hingga 70 persen di 101 pusat perbelanjaan.

Dengan langkah-langkah ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya memitigasi dampak ekonomi dari konflik geopolitik global sambil memastikan kenyamanan masyarakat selama musim Ramadan dan Idulfitri.