PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) tengah mengkaji rencana pembukaan rute pelayaran langsung dari Subang menuju Eropa dan Amerika Serikat (AS). Rencana ini masih dalam tahap kajian bersama operator terminal peti kemas, Patimban Global Gateway Terminal (PGT).
Diskusi dengan Operator Terminal
CEO PPI Fuad Rizal mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan PGT untuk membuka layanan pelayaran langsung ke kawasan tersebut. Namun, realisasinya masih membutuhkan waktu karena berbagai pertimbangan.
"Kami sudah berdiskusi dengan PGT juga untuk dapat membuka rute direct dari Patimban ke Eropa maupun dari Patimban ke AS," kata Fuad di kawasan Pelabuhan Patimban, Subang, Kamis (9/7/2026).
Tantangan Rute Jarak Jauh
Menurut Fuad, rute langsung ke Eropa maupun AS merupakan pelayaran jarak jauh (long haul) sehingga membutuhkan muatan yang cukup. Karena itu, fokus saat ini adalah meningkatkan volume barang ekspor dan impor melalui Pelabuhan Patimban.
"Untuk bisa direct ke AS maupun ke Eropa itu kan long haul jadi perjalanan jauh, sehingga kita mesti membangun volume yang cukup dulu di Patimban dari pemilik barang baik ekspor maupun impor, baru nanti itu bisa dilaksanakan," tuturnya.
Prioritas Pengembangan Layanan
Sementara itu, Direktur Operasional PGT Fian Indiyawanto mengatakan pihaknya mendukung rencana pembukaan rute tersebut. Namun untuk saat ini, perusahaan masih memprioritaskan pengembangan layanan pelayaran di kawasan Asia, Australia, dan Timur Tengah.
"Kita tentunya juga berharap tidak hanya men-support untuk rute-rute yang di sekitar Indonesia, Asia tapi juga long haul seperti disebutkan oleh Pak Fuad tadi, kita akan support untuk shipment ke Amerika maupun ke Eropa. Tapi ini sedang kita lakukan kajian lebih jauh. Untuk saat ini yang sudah di depan mata kita service dulu di Asia, Australia dan Middle East," jelas Fian.
Pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat, merupakan salah satu pelabuhan strategis nasional yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekspor Indonesia. Pembukaan rute langsung ke Eropa dan AS akan memangkas waktu pengiriman dan biaya logistik bagi para eksportir.



