Kapal Pertamina Segera Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andre Rosiade, memberikan kabar terbaru mengenai dua kapal tanker milik Pertamina yang saat ini berada di Selat Hormuz. Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/3/2026), Rosiade menyatakan optimisme bahwa kapal-kapal tersebut akan segera mendapatkan izin untuk melintas dari pemerintah Iran.
Proses Administrasi Menjadi Penentu
Andre Rosiade menjelaskan bahwa saat ini proses sedang berjalan dengan lancar. "Ya ini sedang proses ya. Jadi informasi yang kami dapatkan ini sedang proses," ujarnya. Ia meyakini bahwa Indonesia akan mengikuti jejak negara-negara lain yang kapalnya telah diizinkan melintasi selat strategis tersebut.
Menurut Rosiade, tidak ada kendala berarti yang menghalangi. "Insyaallah Indonesia akan termasuk negara-negara yang lain ya, kapal kita akan segera lepas dari Selat Hormuz. Jadi tidak ada masalah, tinggal soal proses administrasinya saja," tegasnya. Pernyataan ini memberikan sinyal positif bagi keamanan pasokan energi nasional.
Sinyal Positif dari Pemerintah Iran
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI telah mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran memberikan pertimbangan positif terkait perlintasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan hal ini dalam keterangannya pada Sabtu (28/3).
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," jelas Yvonne.
Kesiapan Teknis dari Pertamina
Yvonne menambahkan bahwa pihak Pertamina saat ini tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis agar kapal-kapalnya dapat segera melintas setelah izin resmi diberikan. "Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut," ucapnya.
Kemlu RI dan KBRI Tehran berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz. Dua kapal Pertamina ini sebelumnya tertahan akibat dampak perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, yang memengaruhi lalu lintas maritim di kawasan tersebut.
Dengan perkembangan ini, diharapkan kapal-kapal Pertamina dapat segera melanjutkan perjalanan mereka, mendukung stabilitas pasokan energi dalam negeri. Rosiade menekankan bahwa situasi ini tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan, mengingat prosesnya berjalan sesuai prosedur internasional.



