Ibu Tiga Anak Pilih Minyak Goreng Kemasan Meski Curah Lebih Murah di Pasar Mojosongo
Ibu Pilih Minyak Kemasan Meski Curah Lebih Murah di Pasar

Ibu Tiga Anak Pilih Minyak Goreng Kemasan Meski Curah Lebih Murah di Pasar Mojosongo

Pagi itu, Marlina Pujiyanti (42) langsung menuju Pasar Mojosongo setelah mengantar putri bungsunya ke sekolah. Di gantungan sepeda motornya, sudah terselip tas kain spunbond besar yang siap diisi belanjaan.

Ia memarkir kendaraan di sisi selatan pasar, menghadap ke sebuah kios yang dipenuhi jeriken minyak goreng, kardus bahan makanan, dan galon air mineral. Kios tersebut tampak ramai dengan aktivitas jual beli.

Pilihan Konsumen yang Menarik

Marlina menghampiri pedagang di balik meja kayu. Setelah mendapat giliran, ia meminta minyak goreng sawit kemasan ukuran 1 liter. Tanpa menawar, ia langsung merogoh kocek Rp 23.000 untuk membayar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Yang menarik, meski minyak curah dengan harga lebih murah terpampang jelas di kios tersebut, ibu tiga anak ini tetap memilih minyak kemasan. Keputusannya ini menunjukkan preferensi konsumen terhadap produk kemasan meski ada opsi yang lebih ekonomis.

"Saya lebih suka minyak kemasan karena praktis dan terjamin kebersihannya," ujar Marlina saat ditanya alasannya. Ia menambahkan bahwa meski harus mengeluarkan uang lebih, kenyamanan dan keamanan produk menjadi pertimbangan utama.

Fenomena di Pasar Tradisional

Kejadian di Pasar Mojosongo ini mencerminkan fenomena yang semakin umum di pasar tradisional Indonesia. Banyak konsumen seperti Marlina yang mulai beralih ke produk kemasan meski harga minyak curah lebih murah.

Pedagang di pasar tersebut mengaku bahwa permintaan minyak kemasan memang terus meningkat. "Banyak ibu-ibu sekarang pilih yang kemasan, meski harganya lebih mahal sedikit," kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Perbedaan harga antara minyak curah dan kemasan bisa mencapai Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per liter, tergantung kualitas dan merek. Namun bagi sebagian konsumen, kemudahan penggunaan dan jaminan kualitas menjadi faktor penentu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga