Ekspor IKM Surabaya di SIL Festival 2026 Capai US$2,73 Juta, Lampaui Target
Ekspor IKM Surabaya Tembus US$2,73 Juta di SIL Festival 2026

Kinerja Gemilang IKM Surabaya di Ajang Internasional

Pemerintah Kota Surabaya baru saja menutup Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 dengan prestasi yang membanggakan. Nilai ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Surabaya berhasil menembus angka US$2,73 juta, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar US$1 juta.

Festival Kolaboratif dengan Hasil Konkret

Ajang yang menggabungkan job fair dan business matching internasional ini diselenggarakan di Grand City Convention Hall, Surabaya, pada Rabu (8/4). Festival yang didukung dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan industri dalam negeri dan perluasan pasar ekspor.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut capaian ini sebagai bukti nyata geliat industri lokal yang konsisten setiap tahun. "Banyak orang bertanya, bagaimana pergerakan industri di Surabaya? Hari ini kita buktikan. Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai 2,73 juta dolar Amerika. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi apa yang kita targetkan," ujar Eri dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya tidak diam, menggeliat terus, bergerak terus," tambahnya dengan penuh semangat.

Jangkauan Ekspor ke Enam Negara

Produk IKM Surabaya berhasil menjangkau enam negara tujuan ekspor, menandakan kualitas yang diakui secara internasional. Negara-negara tujuan tersebut meliputi:

  • Oman
  • Amerika Serikat
  • Hong Kong
  • Singapura
  • Brunei Darussalam

"Insyaallah ada enam negara tujuan. Ini luar biasa prospeknya," imbuh Eri dengan optimisme tinggi.

Peningkatan Kelas dan Pendampingan Berkelanjutan

Selain capaian ekspor yang spektakuler, sebanyak 36 IKM tercatat naik kelas dalam festival ini. Pemerintah Kota memastikan akan terus mendorong kemajuan ini melalui program pendampingan yang intensif dan menjadikan mereka sebagai model pengembangan usaha.

"Alhamdulillah saat ini juga ada 36 IKM yang naik kelas. Inilah yang terus kita akan genjot. Nanti kita akan jadikan contoh, bagaimana pergerakan itu," tegas Wali Kota Eri.

IKM yang telah berhasil menembus pasar ekspor juga akan dilibatkan sebagai mentor bagi pelaku usaha lain. "Nanti yang sudah berhasil untuk ekspor akan menjadi mentor untuk adik-adik kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita yang akan melakukan ekspor," jelasnya.

Skema Pendampingan untuk Generasi Muda

Pemerintah Kota juga menyiapkan skema pendampingan ekspor yang lebih sistematis, khususnya untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam dunia ekspor. "Jadi kami berpikir bahwa anak-anak hari ini, teman-teman, atau saudara-saudara kita yang ingin ekspor tidak ada kekhawatiran lagi. Nanti ada pendampingan-pendampingan yang akan kita lakukan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berwenang di bidang ini," kata Eri.

Ia menegaskan peran pemerintah kota sebagai pendorong dan fasilitator, bukan aktor utama dalam pembangunan ekonomi. "Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan selama ini, pemerintah kota men-support, pemerintah kota mendorong, sudah berjalan dan terbukti. Karena tidak selalu pemerintah itu ada di depan," pesannya.

Dampak Positif pada Ketenagakerjaan

Di sisi ketenagakerjaan, SIL Festival juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Sekitar 1.200 lowongan berhasil diisi oleh warga ber-KTP Surabaya melalui job fair yang digelar paralel di Balai Pemuda.

"Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) kepada perusahaan-perusahaan, karena ada Job Fair di Balai Pemuda kemarin menerima 1.200 tenaga kerja lowongan yang KTP Surabaya," tutur Eri dengan rasa syukur.

Proses Seleksi yang Ketat

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Hebi Djuniantoro menjelaskan bahwa 36 IKM yang dinyatakan siap ekspor dipilih dari sekitar 80 pendaftar melalui coaching clinic pada 30-31 Maret 2026 bersama Export Center Surabaya (ECS) Kementerian Perdagangan RI.

"Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan (PT/IKM) yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor dan dipertemukan langsung dengan para pembeli (buyer)," ungkap Hebi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Dukungan Buyer Internasional

Transaksi ekspor juga didukung kehadiran buyer dari berbagai negara, baik secara langsung maupun daring, yang seluruhnya menghasilkan komitmen pembelian melalui Letter of Intent (LoI). "Ada tiga negara yang terhubung melalui daring, yaitu dari Singapura, Oman, dan Hong Kong. Hasilnya luar biasa, seluruh buyer baik yang hadir langsung maupun daring melakukan pembelian. Total transaksi yang tertuang dalam Letter of Intent mencapai 2,73 juta dolar AS," jelasnya.

Hebi menekankan bahwa SIL Festival bukan sekadar ajang transaksi, tetapi juga diharapkan berdampak pada penyerapan tenaga kerja seiring naiknya skala usaha IKM. "Karena kita sudah mengangkat kelas para pelaku usaha, dampak yang kami harapkan adalah terserapnya tenaga kerja baru. Itulah mengapa dalam acara ini kami juga menyelenggarakan job fair secara simultan," tuturnya.

Rencana Strategis ke Depan

Dari sisi job fair, Disperinaker mencatat sekitar 3.000 pendaftar mengikuti seleksi, dengan 1.920 peserta lolos ke tahap wawancara dan psikotes. "Kami berharap lebih dari 1.000 pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing," harap Hebi.

Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya bersama stakeholder terkait akan menyusun rencana strategis berupa pelatihan vokasi dan pendampingan ekspor untuk peningkatan kualitas SDM. "Ke depan tentu kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menuntaskan masalah pengangguran di Kota Surabaya," jelasnya.

Platform Kolaboratif yang Inovatif

CEO Performa Optima Group Stefanus Sugeng Irawan menilai festival ini sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi dan peluang nyata bagi pengembangan industri dan ketenagakerjaan. "Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif," kata Sugeng.

Ia juga menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan global, sekaligus membuka ruang baru bagi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal. "Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global, sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif," pungkasnya.