BI DKI Optimis Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,8 hingga 5,6 Persen di 2026, Inflasi Terkendali
Bank Indonesia (BI) menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi DKI Jakarta pada tahun 2026, dengan proyeksi pertumbuhan yang tetap kuat meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global. Secara rinci, pertumbuhan ekonomi Jakarta diprediksi akan berada di kisaran 4,8 hingga 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara tingkat inflasi diperkirakan tetap terjaga dalam batas yang aman.
Konsumsi Masyarakat Jadi Penggerak Utama
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa peningkatan konsumsi masyarakat akan menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ini. "Untuk pertumbuhan ekonomi Jakarta, terutama pada Triwulan I (Q1) 2026, kami perkirakan akan meningkat signifikan. Hal ini didorong oleh konsumsi yang melonjak tinggi seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk perayaan Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri," jelas Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, periode HBKN secara historis selalu membawa dampak positif bagi perekonomian Jakarta melalui peningkatan belanja masyarakat. "Ini tidak hanya mendorong sektor konsumsi, tetapi juga berimbas pada investasi, perdagangan, dan transportasi di kuartal pertama tahun 2026," tambah Iwan. Selain itu, BI meyakini bahwa inflasi Jakarta sepanjang 2026 akan tetap terkendali dengan baik, diproyeksikan berada pada rentang 2,5 persen plus minus 1 persen, sesuai dengan target kebijakan moneter.
Kinerja Ekonomi Jakarta 2025 sebagai Fondasi
Sebagai landasan untuk proyeksi 2026, kinerja ekonomi DKI Jakarta pada tahun 2025 menunjukkan tren yang solid dan mengesankan. Iwan melaporkan bahwa ekonomi Jakarta berhasil pulih di akhir tahun, dengan pertumbuhan di Triwulan IV mencapai 5,71 persen, meningkat dari 4,96 persen di Triwulan III. "Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan mencerminkan ketahanan ekonomi ibu kota," ujarnya.
Secara tahunan, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan vitalitas Jakarta, tetapi juga perannya yang krusial dalam menopang perekonomian nasional. "Kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 16,61 persen. Bayangkan, jika pertumbuhan Jakarta turun di bawah 5 persen, hal itu dapat mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," tegas Iwan.
Outlook Positif di Tengah Tantangan Global
Dengan fondasi yang kuat dari kinerja 2025 dan dukungan dari konsumsi masyarakat, BI optimis bahwa ekonomi Jakarta akan tetap resilient di tahun 2026. Proyeksi ini juga memperhitungkan faktor-faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi global, namun diyakini bahwa momentum dalam negeri, terutama dari sektor konsumsi dan pengendalian inflasi, akan mampu menopang pertumbuhan.
Secara keseluruhan, optimisme BI terhadap ekonomi Jakarta didasarkan pada:
- Peningkatan konsumsi masyarakat selama periode HBKN di Q1 2026.
- Inflasi yang terkendali dalam rentang target 2,5 persen plus minus 1 persen.
- Kinerja historis yang solid dengan pertumbuhan 5,21 persen pada 2025.
- Peran strategis Jakarta yang menyumbang 16,61 persen terhadap PDB nasional.
Dengan demikian, prospek ekonomi Jakarta untuk 2026 dipandang cerah, memberikan sinyal positif bagi stabilitas dan kemajuan perekonomian nasional secara keseluruhan.