Mesin EDC Bank Mandiri Sering Error Sejak Maret 2025, Solusi Masih Belum Jelas
Nasabah Bank Mandiri terus mengeluhkan masalah pada mesin Electronic Data Capture (EDC) yang sering mengalami gangguan sejak Maret 2025. Meskipun sudah berbulan-bulan berlalu, solusi konkret dari pihak bank belum juga terlihat, menyebabkan ketidaknyamanan dalam transaksi sehari-hari.
Keluhan yang Berulang dan Dampaknya
Banyak merchant dan pelanggan melaporkan bahwa mesin EDC Mandiri kerap error saat digunakan untuk pembayaran. Gangguan ini tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi tersebar di berbagai daerah, mengindikasikan masalah sistemik yang perlu penanganan serius.
- Transaksi sering tertunda atau gagal total.
- Merchant kehilangan peluang penjualan karena pembayaran tidak bisa diproses.
- Nasabah frustasi karena harus mencari alternatif pembayaran yang kurang praktis.
Dampaknya, efisiensi bisnis dan kepuasan pelanggan turut terdampak negatif. Beberapa pengguna bahkan mengaku beralih ke bank lain untuk menghindari masalah ini.
Respons dari Bank Mandiri
Hingga saat ini, Bank Mandiri belum memberikan pernyataan resmi yang memuaskan terkait penyebab dan solusi masalah EDC ini. Meskipun ada klaim bahwa tim teknis sedang menangani, namun keluhan dari lapangan menunjukkan bahwa perbaikan belum efektif.
Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa error mungkin terkait dengan pembaruan sistem atau masalah jaringan, tetapi hal ini belum dikonfirmasi secara terbuka. Ketiadaan transparansi ini semakin menambah kekhawatiran nasabah.
Implikasi bagi Sektor Perbankan dan Konsumen
Kasus ini menyoroti pentingnya reliabilitas teknologi dalam layanan perbankan digital. Ketergantungan pada mesin EDC untuk transaksi non-tunai membuat gangguan seperti ini menjadi masalah serius yang bisa mempengaruhi kepercayaan publik.
- Bank perlu meningkatkan pemeliharaan infrastruktur teknologi.
- Konsumen berhak atas layanan yang stabil dan dapat diandalkan.
- Regulator mungkin perlu turun tangan jika masalah berlarut-larut.
Dengan volume transaksi digital yang terus meningkat, gangguan teknis yang berkepanjangan dapat berpotensi merugikan banyak pihak, dari merchant hingga nasabah biasa.
Harapannya, Bank Mandiri segera menemukan akar masalah dan memberikan solusi permanen, agar layanan perbankan bisa kembali lancar dan efisien bagi semua pengguna.



